PENDEKAR MACAN TUTUL
“Melamarlah kamu menjadi apa pun dalam lingkungan istana kerajaan. Jangan melihat pekerjaannya, tapi yang lebih utama adalah kakimu sudah berada dalam lingkungan inti kerajaan itu. Kauharus menampilkan diri sebagai seorang pemuda desa, bukan sebagai seorang pendekar. Kauboleh menggunakan ilmumu hanya hal-hal terbatas dulu menurut yang diperlukan.”
“Baiklah, Guru.”
“Sekarang, bangkit, kemaran pakaianmu, dan berangkatlah.”
“Baik, Guru.”
Beberapa saat kemudian, Panji Jagat sudah keluar dari bilik pondoknya dengan menyandang buntalan kecil di pundaknya. Ia pamit kepada sang guru dengan memeluk tubuhnya. “Aku pamit, Guru. Aku berjanji untuk selalu menjengkuk Guru di sini. Aku pasti selalu merindu
Bab Populer