Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MADU HITAM

MADU HITAM

Hari sudah pukul sebelas malam, Alina dan Celine pun terlelap di kontrakan yang berukuran kecil itu. Mengenai klien dari Jepang, Ferdi telah berhasil membujuknya agar nama perusahaan yang dipegang oleh Justin tidak di-blacklist. Mendengar kabar baik ini, Justin merasa cukup lega. Tapi di sisi lain, Ferdi sangat bingung karena pria itu masih memiliki perihal utang pada Madam Aurora, pemilik klub Butterfly. Kebiasaan Ferdi gonta-ganti wanita membuatnya terjun ke dalam dunia malam. Uang yang dihabiskan dalam satu malam sangat fantastis, apalagi jika memilih klien dari VIP, sangat menguras kantong. Mengenai kasus Justin di sebuah klub, Madam Aurora akan melelang Justin malam itu, tetapi seseoran
893 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai ukhti bercadar
Baca
+Pustaka
AFRAID

AFRAID

ucap Indra. ****** To be continue.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai ukhti bercadar
Baca
+Pustaka
Zahrana Gadis Tangguh

Zahrana Gadis Tangguh

tanya Zahrana meletakkan piring bekas makanan Tuan Arta. "Uding, unda." jawab Raka. "Dari siapa?" tanya Zahrana lagi. "Bi Yam." jawab balita itu dengan lucunya. Zahrana tersenyum, dia lalu berjalan menuju rak mengambil gelas untuk mengisi air teko. Menoleh ke arah Raka yang makan puding belepotan sampai di bajunya. Zahrana mengambil lap dan mengusap puding yang menempel di baju serta pipinya.
28.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 779 kali sebagai ukhti bercadar
Baca
+Pustaka
Indra, Reinkarnasi Para Dewa

Indra, Reinkarnasi Para Dewa

Bummm Kali ini Sadam bisa menghindarinya, dia terbang, tubuhnya melayang di udara. "Kau hebat juga, Harchi, tapi apa energimu cukup banyak untuk menggunakan teknik itu di usiamu yang masih muda?" Harchi tidak memperdulikan ucapan Sadam, dia tidak mengerti bahasanya, telinga Harchi hanya mendengar burung hantu itu menderu. Sadam menghujani Harchi dengan bulu besi. Harchi tidak menghindar, dia menerobosnya, bulu besi itu hancur.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai ukhti bercadar
Baca
+Pustaka
Rahasia di Balik Cadar Istriku

Rahasia di Balik Cadar Istriku

Indra yang menemai dimasa sulitku. Waktu berlalu ternyata semua pengobatanku membuahkan hasil yang luar biasa. Tapi bukan berarti aku bisa melupakan semua kejadian itu, tapi berdamai pada masalalu adalah sebuah keharusan yang harus kulakukan. Memulai hidup sesungguhnya dengan mendekatkan diri pada sang pencipta. Aku pun memutuskan mengenakan cadar. Tak urung juga banyak lelaki yang datang menjanjikan sejuta kebahagiaan, tapi kutolak semua. Aku sadar diri, sudah terlalu rusak untuk bersanding dengan salah satu dari mereka.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai ukhti bercadar
Baca
+Pustaka
Harapanku

Harapanku

Ucap Clarissa. " Walaikumsallam. Ya Allah Sa....Kecelakaan di mana ? Terakhir Ibu mu ngabarin Tante baru keluar dari Terminal. Kamu dapat info dari mana ? Terus keadaan mereka gimana? " Tanya Tante Mira.
2.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai ukhti bercadar
Baca
+Pustaka
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

tutur Dika dengan menahan sesak di dada. Dika berpamitan kepada Ayu, Sakha pun menghampiri Ayu dan Ardian. "Titip adikku!" pinta Sakha. Ayu hanya bisa diam, ia tidak bisa menggerakkan bibirnya untuk mengungkapkan perasaannya kepada Dika. "Apa dia kekasihmu?!" tanya Ardian. Ayu menggeleng pelan, ia mencoba mengatur napasnya, berlari masuk ke rumah meninggalkan Ardian yang berdiri di luar rumah.
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai ukhti bercadar
Baca
+Pustaka
Bidadari tak Sempurna

Bidadari tak Sempurna

“Kalau lancar sekitar satu jam, Bu. Kalau macet, saya tidak bisa memprediksi. Apa Ibu buru-buru? Karena kalau lewat jalan tikus akan semakin lama.” “Tidak usah lewat jalan tikus, Pak. Saya tidak terburu-buru. Saya istirahat sebentar ya, Pak. Tolong bangunkan saya kalau sudah hampir sampai. Supaya saya bisa merapikan diri.” “Siap, Bu.” Sebaiknya aku tidur saja sebentar, mata dan badanku rasanya lelah sekali. “Maaf, Cindy. Kamu memang cantik, baik. Tapi hatiku belum bisa menerima cintamu. Sebaiknya kita bersahabat saja, ya. Aku akan menjadi kakak yang siap membantu jika kamu sedang besedih.”
9.93.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai ukhti bercadar
Baca
+Pustaka
Cinta Gita

Cinta Gita

Aku tersentak dan langsung bangkit berdiri, menghampiri meja Kak Aldi yang berada tepat di sebelahku. ​Dengan napas tertahan, aku mulai membaca baris demi baris berita yang tertera di layar laptopnya. "Ini dia si pencetak golnya, Caleandra Rakha Arkananta." ​"Siapa, sih?" tanya Kak Nanda yang baru saja tiba dan langsung bergabung di meja Kak Aldi. "Oh, Caleandra. Ganteng, ya. Aku kemarin sudah lihat-lihat profilnya, tapi belum sempat tanya ke kamu, Gita. Aku lihat, dia satu kampus sama kamu, ya? Beda angkatan atau gimana?"
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai ukhti bercadar
Baca
+Pustaka
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pakai otot lengan berurat kokoh, Madun sambar sapu ijuk gagang besi dan pukul pergelangan tangan wanita bercadar hingga keris terlempar ke karung goni bubuk merica ekstra pedas. "Hahaha! Rasain pukulan setelan pabrik murni tanpa pengawet bencong, Neng Cadar!" teriak Madun lantang penuh wibawa. Sapu ijuk Madun merobek cadar hitam wanita misterius hingga terlepas. Begitu terbuka, Mbak Yanti, Maya, dan Sari terbelalak syok lihat wajah di balik cadar ternyata Cindy si daun muda lincah pasar yang pura-pura lugu tapi incar harta ruko Madun.
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai ukhti bercadar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status