Mas! Jangan Lupa Jatahku Ya!
Udara pagi masih dingin, sisa embun menempel di rerumputan pinggir jalan, dan aroma khas dedaunan basah bercampur asap tipis dari tungku-tungku rumah warga yang mulai memasak.
Sesampainya di warung, antrian sudah cukup panjang. Beberapa ibu-ibu berdiri berjajar sambil menenteng rantang dan kantong plastik, mengobrol riuh sambil menunggu giliran. Begitu Tarjo muncul, beberapa pasang mata langsung melirik, dan bisik-bisik kecil pun mulai terdengar.
"Eh, Tarjo... tumben beli di sini..." sapa Bu Ani, matanya menyipit penuh selidik namun ramah.