Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

kata Dewa dengan yakin. "Pasti, Nak," kata mama. "Aku kangen Ciara. Kangen Dara." "Mama juga kangen mereka. Eh, kamu tunggu disini sebentar. Mama mau kesana. Kayaknya enak itu booth yang jual makanan. Mama mau cobain soalnya rame." Wanita itu berjalan menuju keramain dan ikut mengantre. Booth itu menjual rice bowl dengan aneka rasa. Ada banyak pilihan rasa dan sepertinya dia akan memesan dua.
9.8189.0K viewsCompletedAdded to Library 6.0K Times as warung mama
Read
+Library
Mata Elang

Mata Elang

“Sebentar Mas!! Ada telepon dari mama,” Vanya segera menunjukkan layar ponsel ke Purnomo dengan kontak yang bertuliskan ‘Mama’. “Ingat!!! Segera masuk, jangan lama-lama diluar!!!” gertak Purnomo. Vanya mengangguk sambil mengangkat telepon, “Hallo Ma.” Purnomo segera masuk rumah untuk menunggu Vanya. Rumah sangat sepi ketika Mawar pergi bertemu dengan temannya, sedangkan Anita sedang berbelanja kebutuhan satu bulan.
108.2K viewsCompletedAdded to Library 229 Times as warung mama
Read
+Library
MAMA PENGGANTI

MAMA PENGGANTI

“Sure” El berjalan menuju etalase yang memajang tiara dan memilihkan tiara yang cantik untuk calon Mamanya. “Ma, yang ini bagus nggak?” El menunjuk tiara yang simple namun tetap cantik dan bersinar. “Ahhh cantik, Mama mau pakai ini. terima kasih” Selesai fitting mereka mampir ke restaurant untuk ngemil sore. “Abang kapan pulang?” tanya Lele yang tengah face time dengan Abang Sam.
9.37.6K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as warung mama
Read
+Library
My Handsome Partner

My Handsome Partner

Kata Mama "Hahaha, beruntung sekali, dengan begitu Mama akan bisa buka kedai baru. Haruskah aku tetap berpura-pura mati saja agar Mama dapat uang itu?" Kata Senja "Dasar bocah nakal! Kau lebih baik hubungi mereka dan katakan apa yang sebenarnya, berapapun kompensasi itu, tetap tidak sebanding dengan rasa syukurku karena kau masih hidup, itu jelas keajaiban," Kata Mama
103.4K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as warung mama
Read
+Library
SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

SENTUH AKU BANG! BERI AKU NAFKAH BATHIN!

Aku shalat dimesjid dipinggir jalan raya, setelah salam aku bergegas melanjutkan perjalanan, Khawatir sebenarnya pulang agak malam sendirian, tapi mau bagaimana lagi, daripada nanti ada masalah jikalau diantar oleh Mas Hanafi. “Assalamualaikum Ma!” ucapku saat telah masuk kedalam rumah. “Waalaikumussalam.” jawab Mama sambil monoleh kearahku. Mama duduk di sofa ruang tamu. Tangannya menggenggam remot TV, dimeja penuh dengan cemilan, ada kacang goreng, kue bawang, kerupuk udang dan lainnya. Mama pasti sedang nonton drama Korea favoritnya, drama Korea tentang si gadis cantik nan anggun berubah jadi gadis macho yang sedang tenar dan selalu jadi bahan diskusi emak-emak kala beli sayuran ditukang
1012.5K viewsOngoingAdded to Library 426 Times as warung mama
Read
+Library
Wanita Yang Melamar Suamiku

Wanita Yang Melamar Suamiku

“Mama … Nenek … ada yang datang, mau makan katanya!” Rara mengagetkan kami berdua. Sontak kami saling melepas pelukan dan buru-buru menghapus air mata. “Nenek dan Mama ngapain nangis?” Rara yang cerewet menatap heran, bergantian wajahku dan wajah Nek Ayang. “Nangis karena senang, Sayang. Warung mamamu laris. Sini nenek peluk juga!” sahut Nek Ayang meraih tubuh putriku.
1081.4K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as warung mama
Read
+Library
Mama Untuk Aliza

Mama Untuk Aliza

Aliza hanya tersenyum dan mengangguk. “Nak, belum dijemput?” tanya Mama dari temannya berbasa-basi. “Belum, Tante,” jawab Aliza singkat. “Mau Tante temani dulu?” tawar wanita berhijab itu. “Tidak usah, Tante. Aliza tunggu sendiri saja, mungkin Ayah masih terkena macet di jalan.” “Oh gitu, baiklah. Hati-hati ya, kalau ada orang asing yang mengajakmu bicara jangan dijawab dan langsung masuk ke dalam sekolah saja ya, Nak,” pesan wanita itu.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as warung mama
Read
+Library
Suami Anak Mami

Suami Anak Mami

tanyanya lagi, mengusap pipiku yang basah membuat hatiku yang terluka bertambah sedih. "Nggak apa-apa, sayang!" ucapku berusaha tenang, memeluk tubuh kecilnya agar aku kuat. "Mama sedih karena kamu sedih. Kamu nggak suka punya dua mama?" tanyaku berusaha menyembunyikan isak tangis. "Nggak, Ma! Mama aku cuma satu Mama Alina aja! Aku nggak mau punya mama kayak Tante Jahat itu!" jawabnya dengan lugu membuatku terenyuh.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as warung mama
Read
+Library
UNDANGAN GAIB

UNDANGAN GAIB

"Walah mas, nggak ada. Adanya sayur lodeh, orek tempe, tahu goreng. Sampean mau yang mana?" "Ya sudah bu, orek tempe saja. Sama minta air putihnya ya, bu." Ibu warung tersebut mengangguk dan segera berlalu. Aku memperhatika keadaan didalam warung ini, lampu yang digunakan masih bola lamou berwarna kuning, sehingga tidak terlalu terang. Selain aku, ada lagi seorang Bapak-bapak dengan sarung yang dikalungkan di leher seperti hendak ronda malam. Aku sadar, sejak tadi si bapak memperhatikanku dalam diam.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as warung mama
Read
+Library
Mama Muda Milik sang Konglomerat

Mama Muda Milik sang Konglomerat

“Iya, nanti Tigran kenalin sama mama.” “Kerja apa?” Tanya mama penasaran, beliau menyesap teh hangat. “Naomi itu entrepreneur, dia punya butik tas di Kemang. Mama tau kan Zalori, butik tas yang ada di Kemang.” Mama mencoba mengingat, ia merasa pernah beberapa ke butik tersebut. Katanya pemilik butik tas itu adalah seorang single parent. Setiap pergi ke butik itu, ia tidak pernah bertemu dengan si pemilik butik, ia tidak menyangka bahwa putranya menjalin hubungan dengan wanita itu.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as warung mama
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status