Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu Paling Oke

Menantu Paling Oke

Wisnu lupa menyetel dengan suara pelan, karena semalam dipakai untuk mendengarkan musik saat belajar. "Hai, Nu. Yang bener aja. Sekalian aja pasangin toak masjid tempelin, biar bunyi hapemu makin kenceng. Kaget nih, mpe mencelat bolpoin gue! Gimana klo nyawa gue? Resek dan goblok sih Lo ya? Pake dong otak Lo, di kantor lagi kerja tu silent mode in hapemu!" Si keriting mungkin lagi dapat, jadi ngamuk-ngamuk ga jelas. "Iya, maap Mbak, lupa." Wisnu jadi tergagap ketakutan. Dia segera aktifin mode senyap di hapenya.
1043.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai work in silence
Baca
+Pustaka
Kekasih Diam-Diam Sang CEO

Kekasih Diam-Diam Sang CEO

Ruang kerja Namira dan Dewangga sunyi tanpa suara, sepi tanpa ada tanda kehidupan di sana, kecuali, jam yang menggantung di dinding. Suaranya terdengar jelas saat ada orang yang melewati ruangan itu. Nimas merasa sedikit kesepian karena hari itu tidak ada sahabatnya yang bisa ia ajak bergosip, ngobrol, dan pastinya makan siang. Tak ada karyawan lain yang dekat dengan Nimas kecuali Namira. “Hei, kemana bestie lo itu?” tanya Ailin yang baru saja datang menghampiri tempat kerja Nimas. Nimas memberikan lirikan tajam. Ia enggan menjawab pertanyaan yang baginya tidak penting itu. “Tuli Lo? Gue doain beneran nggak bisa denger!” celetuk Ailin kesal karena dicuekin oleh Nimas. Walaupun sudah mendenga
93.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai work in silence
Baca
+Pustaka
CINTA DITENGAH KESENDIRIAN

CINTA DITENGAH KESENDIRIAN

kata Pak Hugo. “Baik Pak. Sekali lagi terima kasih.” Ucap Riska dengan senyuman. Seharian bekerja Riska dan Simon tidak saling bicara. Selain karena memang hari itu cafe sangat ramai pengunjung, dikarenakan juga Simon seperti menjaga jarak kepada Riska. Riska tidak ambil pusing akan hal itu. Dia cuek.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai work in silence
Baca
+Pustaka
Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Nyaris terlalu sunyi—seolah ketenangan itu telah dirancang agar berdiri sendiri. Ia melanjutkan pekerjaannya, lebih perlahan dari biasanya. Bukan karena tubuhnya lelah, melainkan karena sebuah pikiran mulai tumbuh di kepalanya: Ini bukan perlindungan. Ini pemisahan. Keheningan itu terasa canggung. Terlalu rapi. Terlalu terkontrol untuk sebuah ruang kerja. Ia terbiasa bekerja keras. Ia terbiasa diawasi.
8.93.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai work in silence
Baca
+Pustaka
Pesona sang MANTAN

Pesona sang MANTAN

Dan di saat itulah, untuk pertama kalinya, Senara merasakan sebuah bentuk sunyi yang benar-benar menakutkan: sunyi di tengah keramaian, saat tak ada satu pun yang berdiri untuknya. Setelah keluar dari ruang rapat, Langkah Senara terasa berat. Ia berjalan Kembali ke mejanya tanpa benar-benar sadar sedang berada di mana. Dunia seperti berputar dalam bisu suara tuts keyboard, denting notifikasi computer, dan derit kursi tak terdengar sama sekali. Ia duduk perlahan. Matanya memandangi layer laptop yang menampilkan tumpukan revisi laporan. Tapi tidak ada yang masuk ke kepala.
41.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai work in silence
Baca
+Pustaka
Obsesi Gila Suamiku

Obsesi Gila Suamiku

Suasana di dalam ruang kerja Halim terasa begitu sunyi. Dengung halus dari pendingin ruangan yang terpasang di sudut langit-langit seolah menjadi satu-satunya suara yang tersisa, namun entah mengapa, butiran keringat dingin tetap nekat mengembun di pelipis Agus. Padahal, sejak melangkah masuk dan duduk di kursi, Halim belum melontarkan satu pun pertanyaan tajam.
10996 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai work in silence
Baca
+Pustaka
TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA

TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA

Di luar sana, udara barangkali terasa gerah dan menghimpit, namun di dalam markas besar Barrone, suhu tetap terjaga stabil—dingin, kering, dan sunyi. Di koridor, para karyawan bergerak dalam ritme yang presisi. Suara mesin printer yang bekerja monoton, denting keyboard yang saling bersahutan, hingga gumaman percakapan yang tertahan, melebur menjadi latar suara khas jam kerja yang sibuk namun teratur.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai work in silence
Baca
+Pustaka
Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda

Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda

Silvar hanya menggumam pelan, "Aku khawatir ganggu pekerjaanmu." Elina tertegun. Waktu itu, saat Silvar ke kantornya, kebetulan dia sedang rapat bersama rekan-rekan satu divisi. Mereka ramai menggoda, membuat Elina malu dan tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Setelah itu, dia mengatakan kepada Silvar agar jangan naik ke lantai atas mencarinya karena itu cukup mengganggu pekerjaannya. Tak disangka, Silvar mengingat kalimat itu sampai sekarang.
9.8545.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.9K kali sebagai work in silence
Tampilkan Ulasan (69)
Baca
+Pustaka
Mrs.B
Maaf ya thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Nickie
Numpang promosi ya thor: Ayok yang suka cerita regresi, mistery, membalikkan keadaan+ romance mampir di novelku Judul= Kehidupan Kedua Pangeran Author= Nickie Genre=fantasy Jangan lupa like dan comment ya...makasih
Baca Semua Ulasan
Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Bau keringat dingin yang asam bercampur dengan kecemasan yang menggantung tebal di langit-langit, menciptakan kesunyian yang mencekik. ​Karyawan berjalan cepat dengan kepala tertunduk, mata mereka terpaku pada lantai atau layar ponsel. Tidak ada yang berani berbisik, apalagi tertawa. Seolah-olah suara sekecil apa pun bisa memicu ledakan besar.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai work in silence
Baca
+Pustaka
Penyesalan Terbesar Mantan Suamiku

Penyesalan Terbesar Mantan Suamiku

Setiap sudutnya dulu seolah berteriak bahwa aku sendirian. Malam ini, keheningan itu berbeda. Aku masuk ke ruang kerja, sol kulit sepatuku nyaris tidak bersuara di atas lantai kayu mahoni. Aku tidak repot menyalakan lampu. Pemandangan cakrawala kota sudah cukup menerangi ruangan, memantulkan warna biru neon dan putih bergerigi ke seluruh meja tempat hidupku terbentang dalam spreadsheet dan kontrak.
634 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai work in silence
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status