Pesona sang MANTAN
Dan di saat itulah, untuk pertama kalinya, Senara merasakan sebuah bentuk sunyi yang benar-benar menakutkan: sunyi di tengah keramaian, saat tak ada satu pun yang berdiri untuknya.
Setelah keluar dari ruang rapat, Langkah Senara terasa berat. Ia berjalan Kembali ke mejanya tanpa benar-benar sadar sedang berada di mana. Dunia seperti berputar dalam bisu suara tuts keyboard, denting notifikasi computer, dan derit kursi tak terdengar sama sekali.
Ia duduk perlahan. Matanya memandangi layer laptop yang menampilkan tumpukan revisi laporan. Tapi tidak ada yang masuk ke kepala.
Hot Chapters