BALAS DENDAM CANTIK
Lalu dengan tatapan matanya menyuruhku mengikutinya.
"Emp, kok ... tahu namaku, Mas?" tanyaku sambil berjalan pelan di belakangnya. Farhan mengikuti sambil memperhatikan dapur yang begitu berantakan. Ya namanya cowok, maklumlah. Si lelaki asing menoleh dengan kenyit heran, membuat sepasang alisnya yang tebal hitam nyaris bertaut. Aku tersenyum malu teringat pernikahan aneh tadi. Namaku juga namanya, disebut tadi. Namanya siapa sih, tadi? Za ... Zain. Oh, Zaianal Abidin.
Aku mengernyit saat kami melangkah menembus malam yang gelap gulita. Kunyalakan senter HP kemudian mengarahkannya ke reremputan sedikit berembun.
Hot Chapters