Membalas Kezoliman Mertua Toxic
Balas Zain dengan tatapan tajam.
"Jelas lah, orang saya pemilik rumah ini. Amel hanya menantu yang numpang. Kalian itu harus sadar kalau kalian orang miskin yang jauh dibawah kami, jadi kalian gak bisa banyak mengatur ini dan itu."
"Oh, begitu ya Bu? Ya sudah kalau anda menganggap kami seperti itu. Disini, kami punya kabar bahagia sekali untuk anda dan keluarga," ucap Zain seraya menyeringai kecil. Ia memulainya dengan bertepuk tangan tiga kali. "Rez, kemari. Silahkan masuk sekarang Nak,"