Cinta Yang Tak Pernah Dipilih
“Untuk Arlan,
Terima kasih karena pernah datang, meski di waktu yang salah. Aku tidak menyesal mencintaimu. Cinta kita mungkin tak bisa hidup di dunia ini, tapi aku yakin ia akan tetap ada, dalam bentuk yang lebih suci di tempat lain.
Jika suatu hari kita bertemu lagi—di langit, di waktu yang tidak lagi salah—aku akan memanggilmu bukan dengan luka, tapi dengan senyum.”
—Airin”
Ia menutup kotak itu perlahan, lalu menatap keluar jendela. Hujan tipis mulai turun, memantulkan cahaya lampu yang temaram di kaca.
Untuk pertama kalinya, Airin tidak merasa kesepian. Ia merasa... utuh.
Hot Chapters