Kenikmatan Bertiga
Mereka saling pandang, seolah menyadari sesuatu.
Kak Evelin mengaduk kopinya perlahan dengan sendok, kilasan rasa canggung yang samar melintas di wajahnya. Wajah Kakak mendadak kaku, roti di tangannya tergantung di udara, dia menghindari tatapan Ibu.
"Aku nggak mau pergi."
Melihat sikap mereka berdua, Ibu tidak ingin berbasa-basi lagi dan langsung bicara blak-blakan. "Kalian sudah menikah selama tiga tahun. Sudah saatnya punya anak, ‘kan?"
Hot Chapters