Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Milk and Coffee

Milk and Coffee

Sepertinya trend café sedang menjamur kini hingga ada banyak sekali pilihan café sebagai tempat diskusi, rapat kecil, ataupun sekedar nongkrong menikmati suasana malam. Tanpa terasa perjalanan mereka berakhir pada sebuah café yang berada di tenga kota. Café itu tidak besar, namun tidak terlalu kecil pula. Nuansa ethnic dengan lampu ala-ala menyerupai lampu sentir alias petromax menambah suasana ‘pedesaan’ sunyi nan menenangkan. Beberapa meja sudah penuh dengan makanan, minuman, serta laptop maupun tas para pengunjung yang didominasi oleh anak kuliahan. “Lia sudah datang, Mas,” celetuk Sabrina sambil turun dari sepeda motornya. Sepeda motor Lia yang ikonik dengan stiker bergambar Winnie the P
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai a cup of coffee
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Nyaris memekakkan telinga dalam kesunyian ini. Aku berjalan mengitari meja pulau. Aku mengambil cangkir Raka yang sudah dingin. Membuang isinya ke wastafel aluminium dalam satu gerakan mulus. Lalu meletakkannya kembali di depan pria itu. Teko di tanganku miring. Kopi hitam pekat yang baru dan mendidih meluncur turun memenuhi cangkir keramiknya. Asap putih langsung mengepul ke udara. Aroma tajam dari kafein panggang seketika memenuhi dapur, mengoyak bau ketegangan yang steril dan dingin.
9.469.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai a cup of coffee
Baca
+Pustaka
TERPAKSA MENIKAH

TERPAKSA MENIKAH

Ucap Yeara yang melihat satu cup Americano dimeja bar yang baru sempat Aksa minum satu kali. Jefffan menoleh, "oh itu...I iya Aksa emang suka itu." Sahut Jeffran. Gavin lantas membawa minuman Yeara bersama satu cup coffee milik Aksa. Laki-laki itu melotot pada Gavin karena membawa kopinya. "Nih minum aja." Ucap Gavin. Yeara pun menerima keduanya, ia menyeruput coffee hangat miliknya lalu beralih meminum coffee satunya.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai a cup of coffee
Baca
+Pustaka
Derita Istri Tak Diinginkan

Derita Istri Tak Diinginkan

Ia selalu ingat detail kecil itu—kopi hitam tanpa gula, dengan sedikit krim di pinggir cangkir. Melvin menatap cangkir itu sejenak, lalu mengambilnya tanpa sepatah kata. Ia menyesap kopi itu perlahan. Hangatnya kopi tidak mampu menenangkan kegelisahan yang sudah terlanjur mengakar di dadanya.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 385 kali sebagai a cup of coffee
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
SumberÃrta
tolong yaaa jangan ganggu dulu suami istri kalo habis berantem dan berbaikan... pasti akan menyelesaikan masalahnya diatas kasur... jadi please.. kalian pulang dulu yaa kalo ada kepentingan silahkan 3 jam lagi baru balik yaaa
Kania Putri
jangan terlalu ikut campur masalah rumah tangga thania & Melvin Arion justru kalo kamu banyak ikut campur malah kamu bikin masalah baru buat thania. wah cian papanya thania sakit jantung ini ditanya lagi sama davian kemana Melvin pasti thania bikin alasan palsu supaya davian gak curiga
Baca Semua Ulasan
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

mereka. “Yeah. Charged.” Lift rasanya lama banget. Sampai ding, pintu kebuka di lobby. “Coffee,” kata Mey cepat. “Coffee.” Di depan vending machine, bahkan pesen kopi pun berasa punya subtext. “Kamu mau apa?” tanya Rafael. “Just... black coffee.” Rafael masukin koin, pencet tombol. Dua cup jatuh, asap tipis naik.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 496 kali sebagai a cup of coffee
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Dadakan CEO

Pesona Istri Dadakan CEO

Al dan Clair telah pergi. Tinggallah Cal dengan rasa penatnya. Untuk mengusir semua itu, Cal pun memutuskan untuk mengunjungi WellCoffee. “Terima kasih,” ucapnya pada seorang pramusaji yang baru saja menaruh secangkir café con miel, varian kopi dibuat dari campuran espresso, madu, susu serta taburan kayu manis. Ketika jemari lentiknya hendak meraih gagang cangkir, lagi, Cal tersentak mendapati seorang pria duduk di hadapannya.
9.949.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai a cup of coffee
Baca
+Pustaka
Dokter, Maukah Jadi Bayi Susuku

Dokter, Maukah Jadi Bayi Susuku

Ruang keluarga rumah Luna dipenuhi aroma kopi hangat yang baru diseduh. Lampu-lampu berwarna keemasan menciptakan suasana tenang yang bertolak belakang dengan kejadian beberapa jam lalu. Luna meletakkan dua cangkir di atas meja sebelum duduk di sofa berhadapan dengan Nathan. Salah satu cangkir berisi kopi hitam pekat tanpa gula, minuman yang sudah sangat dikenal Luna sebagai kesukaan pria itu.
10950 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai a cup of coffee
Baca
+Pustaka
Touch You

Touch You

Hening tak ada suara yang menyela. Saling menatap satu sama lain dengan dua cangkir kopi berpasangan di depannya. Asap mengepul di udara. Aroma 'Cup of Excellence' nikmat menari-nari di dalam lubang hidung. Dua pasang cangkir kristal kini menjadi pusat pandangan semua orang yang ada di dalam ruangan. Pria dengan kumis tebal berwarna pekat yang merata di bawah hidungnya dengan janggut tipis yang menutupi dagu lancipnya itu benar-benar menyambut kedatangan tamunya dengan super duper mewah. Memang hanya dua cangkir kopi hasil lelang oleh coffee roaster dari Different Coffee Co, namun siapa sangka jika hanya ada 15 gelas saja di London. Dua ada di tangan Profesor Lim untuk menyambut kedatangan A
9.935.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 709 kali sebagai a cup of coffee
Tampilkan Ulasan (82)
Baca
+Pustaka
Utsukushii-San
Wah gila, aku langsung hanyut sama sifat ambis Alexa, jadi pen gitu juga😂 Ah canda ah😂 Yang lebih penting, penggambaran lewat narasinya keren, Thor! Berasa lagi ada di tempat mewah beneran aku😂 Semangat lanjutinnya!
Authoring
Kalo sepuluh atau seratus star, bakalan Audi kasih, kak. Jujur, dari awal blurb itu emosi banget. Kena feelingnya sampe ke pembaca sama penulisnya😚😆 Dan juga narasinya cantik bangettttt. Audi syukaaaaa sama ceritanya. Semangat, kak.
Baca Semua Ulasan
Jerat Obsesi Sang Pewaris Kejam

Jerat Obsesi Sang Pewaris Kejam

Waktu sudah menunjuk angka delapan pagi. Cassandra sedang berdiri di depan mesin kopi otomatis, aroma biji arabika yang baru digiling memenuhi ruangan, memberikan sensasi ketenangan yang jarang mereka dapatkan belakangan ini. Dengan gerakan telaten, ia menuangkan susu hangat yang sudah berbuih halus ke dalam cangkir porselen hitam favorit suaminya.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai a cup of coffee
Baca
+Pustaka
Rintihan Menggoda di Kamar Adikku

Rintihan Menggoda di Kamar Adikku

“Lho, kamu suka kopi emangnya? Ya, udah. Kamu mau juga? Pesan apa? Nih, ada kopi susu, kapucino, kopi matcha, kopi hitam arabika. Semuanya enak, kok.” “Mas, kamu mau apa?!” tanyaku agak sinis kepada Mas Refal. “Mau apa? Mau apa, apanya, sih?” Mas Refal bingung. Dia makin mendekat ke arahku. “Bunda lagi di kafe On The Spot. Nawarin kopi buat kamu. Ada kopi susu, kapucino, dan kawan-kawannya. Kamu pengen apa?!” Aku agak membentak. Tidak sabaran dan inginnya buru-buru memutuskan sambungan telepon.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 499 kali sebagai a cup of coffee
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status