Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
NAMA PEREMPUAN YANG KAU SEBUT DALAM DOA

NAMA PEREMPUAN YANG KAU SEBUT DALAM DOA

“Kalau aku gagal... semoga dia bisa menyelesaikan yang tak bisa kulakukan.” Clarissa terpaku. “Tidak… itu tidak mungkin.” Arta melangkah keluar dari balik kaca, kini berdiri tepat di hadapannya. “Kamu merasa hidup karena kamu memang diciptakan untuk itu. Emosi, kenangan masa kecil, semua hasil integrasi memori sintetis dari DNA Revan dan data neuralnya.” Clarissa mundur, tubuhnya gemetar. “Kalau begitu kenapa aku bisa mengingat hal-hal yang dia tidak tahu?”
1023.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 669 kali sebagai a piece of memory artinya
Baca
+Pustaka
PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

Dia terdiam lama. Sebelum mandi, dia melihat lagi kertas yang dibawa pulang semalam. Tapi ingatannya kembali terbayang oleh kalimat ART tadi. “Bekas...?” Bekas apa? Qale membuka laptop. Jari-jarinya mengetik pelan di G****e, tumpuan bertanya sejuta umat. “Penyebab kehilangan ingatan pada remaja...” “Apakah seseorang bisa digendam untuk melupakan sesuatu?”
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai a piece of memory artinya
Baca
+Pustaka
Sistem Tanpa Batas

Sistem Tanpa Batas

* bisik Li Lan, suaranya bergetar dalam frekuensi digital yang menyayat. Narasi menghabiskan beberapa halaman untuk mendeskripsikan dilema moral ini melalui **The Memory Sorting**. Alur yang lambat memaparkan setiap fragmen yang muncul di hadapan Li Lan: memori Marcus tentang hari kelulusannya di akademi, memori tentang kopi pertama yang ia minum setelah perang, hingga memori tentang wajah istrinya yang telah lama tiada. Li Lan harus membedah mana dari fragmen ini yang paling tidak "vital" bagi fungsi motorik, namun paling "berat" bagi beban sistem.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai a piece of memory artinya
Baca
+Pustaka
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

Melainkan karena di sanalah terlalu banyak kenangan yang ingin ia kubur. Perjalanan menuju apartemen baru berlangsung dalam sunyi. Aira duduk di kursi samping kemudi sambil memeluk tas kanvasnya, menatap keluar jendela tanpa benar-benar melihat apa pun. Kota melintas di luar sana seperti potongan-potongan gambar yang terlepas dari cerita, hadir tanpa makna dan tanpa ingin ia simpan. “Kalau kamu terus meluk tas itu kayak gitu,” kata Arsen memecah keheningan. “Orang bisa mikir di dalamnya ada emas batangan.”
10660 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai a piece of memory artinya
Baca
+Pustaka
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

Ia melangkah satu tahap lebih dekat, membiarkan aroma cedarwood miliknya menyapu kesadaran Maorielle. "Maorielle, ada satu ungkapan di dalam film yang tidak bisa dijelaskan secara linguistik, tapi sangat akurat secara visual," ucap Khai, suaranya kini merendah, hampir tenggelam dalam musik latar aula. "In a room full of art, I'd still stare at you." Maorielle terpaku. Napasnya seolah tertahan di tenggorokan. "Di ruangan yang penuh dengan karya seni ini, saya masih akan tetap menatapmu," lanjut Khai tanpa ragu.
698 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai a piece of memory artinya
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Dan tanpa mereka sadari… ruang di sekitar ikut berubah. Potongan potongan cahaya mulai muncul di udara. Seperti bayangan samar dari sesuatu yang jauh. Pelangi membelalakkan mata. “Itu apa…” Aruna menjawab pelan. “Memori visual.” Sosok besar mencatat. “Proyeksi kesadaran aktif.” Pelangi menatap potongan cahaya itu dengan jantung berdebar. Awalnya hanya kabur.
881 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai a piece of memory artinya
Baca
+Pustaka
Ternyata Kamu Tempat Pulang

Ternyata Kamu Tempat Pulang

Kirana mengangguk; rasa sakit tak membuatnya lupa mengucap terima kasih. Sore-sore, Kirana duduk di lantai bersandar ke sofa, sementara Haris menata kabel charger, buku-buku kelas, dan print-out storyboard Healing Through Memory yang sempat terbengkalai. Mereka menonton ulang video wawancara di Strasbourg: suara seorang penyintas yang berkata pelan, “Kenangan itu tidak pergi. Kita hanya belajar memegangnya dengan cara berbeda.”
815 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai a piece of memory artinya
Baca
+Pustaka
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

“Arga, kau pemimpin yang tak takut mengaku salah.” “Malini, kau penjaga yang tetap bertahan meski dunia membencimu.” “Kalau kalian masih mengingat satu hal saja... maka kalian belum kalah.” Liora menjerit, menancapkan kunci perak ke udara. Arga menebas bayangan dengan pedangnya. Malini menancapkan jarum jam ke lantai kabut. Tiga benda itu meledak dalam cahaya keemasan dan di tengahnya, sebuah pintu muncul. Pintu yang terbuat dari kenangan. Diukir oleh luka. Dihidupi oleh ingatan.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai a piece of memory artinya
Baca
+Pustaka
MISTERI KEMATIAN ART-KU

MISTERI KEMATIAN ART-KU

Sementara kondisiku pun tidak jauh lebih baik. Berkali-kali suamiku menghela nafas panjang lalu menghembuskannya dengan gelisah. Sementara Andre tampak meraup muka dengan ekspresi yang tak jauh beda dengan aku dan Papanya pasti, sama-sama gelisah dan terpukul. Ya, siapa yang tidak terpukul? Seorang ART ditemukan meninggal bunuh diri dengan cara minum obat tidur melebihi dosis di rumahnya, siapa yang tidak kacau dan shock melihatnya?
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai a piece of memory artinya
Baca
+Pustaka
Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma

Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma

Lisa menyipitkan matanya menuntut penjelasan. Aku terdiam sejenak, "Gue ingat kalau gue pernah beberapa kali menang kompetisi pas kecil. Tapi karena kenangan itu cuma hadir sekilas gue jadi nggak terlalu percaya. Pas tadi lihat kanvas dan cat-cat lukis bikin gue pingin ngelukis secara tiba-tiba. Cuma buat iseng-iseng aja sebenarnya. Dan gue ngelukis juga buat ngilangin keinginan supaya gue nggak terus-terusan mikirin soal masa lalu gue yang masih abu-abu."
1031.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 701 kali sebagai a piece of memory artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status