Filtrar por
Estado de actualización
TodoEn cursoCompletado
Ordenar por
TodoPopularRecomendaciónCalificacionesActualizado
Ada Hantu Di Ujung Jalan

Ada Hantu Di Ujung Jalan

Mbak Kunti, yang sekarang duduk melayang, kakinya goyang-goyang seperti di kursi Santai, mengangkat alis tipisnya. “Enggak usah dipaksa. Kadang ingatan itu muncul dari rasa, bukan logika. Kayak bau... warna... atau benda yang pernah kamu sayang banget.” Jaka mengerutkan dahi. “Benda? Benda apaan ya?”
1.3K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 50 veces como a piece of memory artinya
Leer
+Biblioteca
MENCINTAIMU ADALAH RASA SAKIT

MENCINTAIMU ADALAH RASA SAKIT

“Pernah? Maksudmu... kau mengenal tempat ini?” Ardi menunduk sejenak, seolah berjuang melawan memori yang samar. “Aku tidak tahu. Tapi setiap kali aku menatap logo ini... ada rasa sakit di kepalaku. Seperti sesuatu yang pernah dihapus.” Rama segera mendekat. “Ardi, dengarkan aku. Kalau otakmu bereaksi seperti itu, bisa jadi Raka—” “—menanamkan ingatan palsu,” sambung Ardi dengan nada datar. “Aku tahu. Tapi kalau memang begitu, aku harus tahu apa yang disembunyikannya.”
10892 vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 29 veces como a piece of memory artinya
Leer
+Biblioteca
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

“Kau dengar itu?” Armand mengangguk, wajahnya memucat. “Itu suaramu, tapi... dia tahu sesuatu yang kita tidak tahu.” Tiba-tiba, pintu mulai terbuka perlahan. Namun bukan ke dalam ruangan... melainkan ke ruang ingatan. Visualisasi memori-memori masa lalu mereka diproyeksikan di udara, seperti hologram hidup.
1.8K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 53 veces como a piece of memory artinya
Leer
+Biblioteca
Meski Lupa Ingatan, Hati Tak Bisa Bohong

Meski Lupa Ingatan, Hati Tak Bisa Bohong

Dia malah membawa bunga seperti itu? Aku berkata dengan nada lelah, "Oscar, anggap saja aku sedang pura-pura. Tapi, bisa nggak kamu berhenti? Entah aku benar-benar amnesia atau nggak, yang jelas aku sudah nggak mencintaimu lagi. Saat kamu mendekat dengan bunga itu, jujur aku merasa mual sampai ingin muntah." "Kamu ilmuwan otak, 'kan? Pasti tahu soal psikologi juga. Pernah dengar tentang ketertarikan fisiologis?"
10.8K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 280 veces como a piece of memory artinya
Leer
+Biblioteca
Yang Tersisa Hanyalah Kenangan

Yang Tersisa Hanyalah Kenangan

Pesta ulang tahun Anita telah berakhir dan para tamu pun berpamitan untuk pulang. Anita duduk di ruang audiovisual dengan mata terpejam. Sebuah drama klasik terkenal sedang tayang di layar lebar. "Penyesalan yang mendalam dan cinta yang sangat murni dapat mengguncang jiwa seseorang hingga menembus batas di antara hidup dan mati. Berhubung dunia ini menentang kita untuk bersatu, satu-satunya jalan adalah menebus semua penyesalan di alam baka."
12.1K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 471 veces como a piece of memory artinya
Leer
+Biblioteca
SUAMIKU KETUA GENG MOTOR

SUAMIKU KETUA GENG MOTOR

Arthur bertanya, mencoba terdengar ringan. Viana menggeleng pelan. Tapi tetap tidak menoleh. Arthur menunduk, lalu menarik napas dalam-dalam. Suaranya hampir tak terdengar saat ia berbicara, seolah takut merusak sesuatu yang rapuh di dalam ruangan itu. “Kadang… kehilangan ingatan itu bisa jadi kesempatan baru. Kaya kertas kosong,” katanya pelan. “Dan nggak semua orang punya kesempatan untuk mulai dari awal.”
106.5K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 201 veces como a piece of memory artinya
Leer
+Biblioteca
Satu Miliar Untuk ART

Satu Miliar Untuk ART

jawab Perta. "Aku sekarang kan tenang, ada Zahrani yang menemani aku, aku cocok dengan art baru itu. Ternyata dia itu gadis yang sangat sederhana, Dan Dia mau menjadi seorang art di rumah kita, hanya demi mempertahankan hidupnya dengan ibu dia. Kamu sekarang bebas Mas mau pergi kapanpun juga dan kemanapun juga, dan jangan khawatir sekarang aku ada Zahrani yang menemani," ucap Belda panjang lebar.
104.0K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 144 veces como a piece of memory artinya
Leer
+Biblioteca
EVANESCENT

EVANESCENT

“Kan! Lagi-lagi aku yang salah! Bahkan meski aku sudah menjelaskan dan meminta maaf padamu, kamu ngga bisa menghargai usahaku, Ra!” Tubuh Naras membeku, suara nada tinggi Arta terproses di dalam otaknya sebagai pengingat memori buruk ketika mereka lulus SMA dulu. Dua kali ia menerima perlakuan yang sama dari Arta. Seperti kaset yang rusak, gambaran kejadian di masa-masa ia terpuruk terputar dengan cepat hingga tak beraturan lagi mana yang nyata dan ilusi pikiran semata. Naras merasa sudah tak kuat lagi.
1.8K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 70 veces como a piece of memory artinya
Leer
+Biblioteca
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Dia membingkai pesona keindahan itu dalam memory yang abadi. "Sudah delapanbelas tahun berlalu, Benca. Tetapi, mengapa rasanya seperti baru kemarin? Seandainya aku bisa memutar waktu, aku ingin kembali berada pada saat-saat itu. Masa terindah dalam hidupku yang membuatku merasa memiliki arti, merasa hidupku lengkap dan tercukupi. Bagiku, kamu seperti bunga untuk lebah. Seperti bintang saat malam. Seperti air di tengah gurun. Kamu adalah nafas hidupku."
105.8K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 216 veces como a piece of memory artinya
Leer
+Biblioteca
TRAUMA

TRAUMA

‘Bukan salahmu bila kau tersendat di dalam angin, itu aku yang tak dapat kau jadikan pegangan, jadi jangan menyesal.’ [Highlight - Butterfly] play the music! ... Ada ingatan, sebuah memori lama yang mendadak terlintas di benak Jooin pagi itu, saat telapak tangannya bersentuhan dengan pergelangan Sara yang dingin. Satu ingatan yang baru Jooin sadari selama ini ada di kepalanya, terkubur di dalam sana, terlupakan oleh masa. Mendadak ingatan itu terasa segar, mengalir bagai darah yang bercucuran lewat sebuah sayatan.
1010.7K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 406 veces como a piece of memory artinya
Leer
+Biblioteca
ANTERIOR
1
...
5678910
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status