Mencintai Musuh Ayahku
Wajahnya rusak parah akibat bekas luka bakar di sisi kanan, dari dahi hingga ke leher, namun mata kirinya yang sehat menatap langsung ke arah kamera dengan sorot mata yang penuh dengan kebencian purba.
Itu adalah Arman Wijaya. Sosok yang seharusnya sudah menjadi abu belasan tahun lalu.
"Halo, Reno... keponakanku yang kecil dan sangat beruntung," suara di video itu terdengar parau dan berat, menyerupai bunyi gesekan amplas pada kayu tua. "Selamat karena kau berhasil selamat dari 'hadiah perpisahan' adikku, Victor. Dia memang selalu terlalu emosional dan terburu-buru dalam bertindak. Tapi kau harus tahu satu hal... Panama adalah labirinku. Dan istrimu yang cantik itu... Karin... dia memiliki k