Alegoria
Terpujilah Alegra Raya, terpujilah Alegra!
Hiduplah tanah airku, hiduplah Alegra!
Terpujilah Alegra Raya, terpujilah Alegra!
Hiduplah tanah airku, hiduplah Alegra!
“Oh haruskah nyanyian itu diputar setiap pagi dan digemakan di seluruh negeri?” keluh Adrien, sesosok pemuda tampan berambut emas dan bermata biru.Waktu itu adalah kedua musim semi 1955, dan gaung paduan suara melambung, meledak di seluruh langit negeri; sebuah rutinitas yang tiap pagi hari dilakukan oleh segenap bangsa Alegra.
Bab Populer