Rumah Ramaria
Aku berdiri sambil menggerecoki Fadhil, anaknya Mama Fani sekaligus temanku yang paling dekat.
“Mah, ini si Rama gangguin aku terus.” Fadhil berambut kribo, berkulit sawo matang, dan bertubuh gempal, sedang duduk di atas dua tumpuk kursi plastik di sisi toko, melahap makanannya. Sepertinya ia merasa risih karena diganggu olehku.
“Ih kak Fadhil cengeng,” ledek Fani, adiknya yang berbeda 180 derajat dengan kakaknya.
Hot Chapters