Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nature Squad

Nature Squad

I close my eyes and I can see (Kupejamkan mata dan aku bisa melihat) A world that's waiting up for me that I call my own (Sebuah dunia yang menungguku yang kusebut duniaku) Through the dark, through the door (Melawan kegelapan, melewati pintu) Through where no one's been before (Melewati tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya) But it feels like home (Tapi tempat ini seperti rumah) Beberapa pengunjung kafe mulai menyadari kehadirannya, membuat gadis itu menundukkan kepalanya karena malu. Namun, tetap melanjutkannya. Sudah terlanjur basah, nyebur saja sekalian. They can say, they can say it all sounds crazy (Mereka bisa mengatakan, mereka bisa mengatakan semui ini terdengar gila) They
105.1K viewsCompletedAdded to Library 198 Times as ajining diri ana ing lathi
Read
+Library
Pesugihan Kandang Bubrah

Pesugihan Kandang Bubrah

"Iya. Tapi boleh aku pamit dulu?" Lila tersenyum. "Tentu. Rumah ini berhak diberi salam." Jatinegara berjalan ke halaman, lalu berlutut di tanah tempat pohon jambu berdiri. Ia menunduk, memejamkan mata, dan membisikkan sesuatu. Tak ada yang tahu pasti apa yang ia katakan, tapi angin tiba-tiba berembus lembut melewati wajahnya. Seakan tempat itu menjawab.
103.0K viewsCompletedAdded to Library 116 Times as ajining diri ana ing lathi
Read
+Library
My Sugar Daddy is a Monster

My Sugar Daddy is a Monster

Lylia POV Kupaksa mataku untuk terbuka saat samar-samar rasa dingin dan basah menghampiri tubuhku. Bunyi gemericik air membuatku dengan mudah tersadar kalau saat ini posisiku sedang terendam di dalam air. Dengan susah payah kupaksakan kesadaranku untuk segera kembali. Mataku segera menjelajah melihat kondisi di sekitarku yang sudah berpindah ke dalam kamar mandi, lebih tepatnya di dalam bak mandi.
10139.0K viewsCompletedAdded to Library 5.6K Times as ajining diri ana ing lathi
Read
+Library
Terpikat Pesona Mas Penyiar Radio

Terpikat Pesona Mas Penyiar Radio

Kutangkupkan kedua tangan untuk menutupi betapa cengengnya diriku. “Minumlah, menangis butuh tenaga.”
104.8K viewsCompletedAdded to Library 166 Times as ajining diri ana ing lathi
Read
+Library
Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Aina menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan. "Sekarang pejamkan matamu." Tanpa pikir panjang, Aina segera memejamkan mata. "Bayangkan bahwa kamu sedang berada di tengah ruangan yang penuh dengan orang-orang. Mereka adalah teman-temanmu, keluargamu, saudaramu, orang-orang yang kamu kenal." "Setelah itu, lihat bagaimana responnya terhadap kehadiranmu. Apakah mereka menekuk wajah, atau justru tersenyum ketika melihatmu datang?"
1029.8K viewsCompletedAdded to Library 715 Times as ajining diri ana ing lathi
Read
+Library
Cacian Keluarga SuamiKu

Cacian Keluarga SuamiKu

“Masuklah ke dalam air. Biarkan bulan menyinari lukamu. Ingat, apapun yang kau lihat nanti, jangan takut. Itu hanya bayangan.” Arthayasa menanggalkan baju bagian atasnya, lalu perlahan masuk ke sendang. Airnya dingin menusuk tulang. Ia duduk bersila di tengah, membiarkan cahaya bulan purnama jatuh tepat di atas luka di lengannya.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as ajining diri ana ing lathi
Read
+Library
Angga & Ana

Angga & Ana

17.30 sore Ana masuk apartemen, menemukan suasana sunyi. Yah dia sekarang harus terbiasa dengan keadaan ini. Meletakkan sepatu dirak, melangkah masuk. Membasuh tangan diwastafel, lalu beranjak ke meja makan. Menuang air putih untuk dirinya sendiri. Segar batinnya lega, kemudian berlalu ke kamar. Dia sudah tidak sabar, untuk membasuh tubuhnya dengan sedikit berendam air hangat. Hah menyenangkan pikirnya.
8.76.3K viewsOngoingAdded to Library 245 Times as ajining diri ana ing lathi
Read
+Library
Tabir Kematian Sahabatku

Tabir Kematian Sahabatku

Aku benci diriku yang lemah seperti ini. "Sudah sana pergi! Buat apa lagi berdiri di situ? Bau!" Bu Sarti memasang tampak jijik setelah melontarkan pengusiran. Aku kembali memindai tampilan diri. Tubuhku masih basah akibat air comberan yang ia siramkan tadi. Dengan tersenyum pahit, aku mengayunkan kaki meninggalkan rumah orang tua Alina.
107.4K viewsCompletedAdded to Library 274 Times as ajining diri ana ing lathi
Read
+Library
Jebakan Pernikahan Sang Miliarder

Jebakan Pernikahan Sang Miliarder

Agatha memincingkan mata sembari mengangguk. “Tentu saja. Karena aku adalah Liam Stefano. Tidak ada hal yang tidak bisa kulakukan.” Keduanya tertawa sebelum akhirnya Liam menggendong tubuh Agatha menuju kamar mandi, membaringkan tubuhnya ke dalam bath up yang sudah setengahnya terisi air. “Serius, aku bisa melakukannya sendiri.” Ucap Agatha. “Aku lebih serius lagi untuk memandikanmu.”
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 300 Times as ajining diri ana ing lathi
Read
+Library
MISTERI RANJANG SUAMIKU

MISTERI RANJANG SUAMIKU

Ada banyak jantung yang berpacu bagaikan di arena genderang perang. Angga dan Aina melompat saking kagetnya. Terpaksa meninggalkan kehangatan yang sudah dirajut selama beberapa waktu itu. Angga secepat kilat menarik sarung kotak-kotak berwarna biru di sebelahnya, sementara Aina kebingungan sebab yang tersisa di situ hanyalah sebuah lingerie. Percuma juga kalau dia mengenakan itu, bentukan tubuhnya tetaplah tampak. Akhirnya dia hanya berjongkok seraya menenggelamkan kepala. "Apa-apaan kalian ini, hah?" teriak salah seorang laki-laki berperut balon. Perawakannya yang tegap, persis bak sumo siap gulat.
13.1K viewsCompletedAdded to Library 381 Times as ajining diri ana ing lathi
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status