Memory
Pandanganku berhenti pada Aksara yang memegangi kedua bahuku.
"Mimpi buruk?" tanya Aksara, kali ini dia mengusap keningku.
Aku menggangguk, kemudian merengkuh Aksara.
"Kamu aman, Hasna," ucap Aksara mengusap punggungku.
Karena surat aku bermimpi buruk tentang Mandala. Aku menghela napas, aku tidak boleh terpengaruh.
"Aku akan menyanyikan sebuah lagu," ujar Aksara.
Bab Populer