Kontrak Cinta, Luka Nyata
“Hari ini aku tahu, Ibu pernah hampir menyerah. Sama seperti aku, yang berkali-kali ingin menyerah. Bedanya, Ibu memilih bertahan … karena aku. Aku merasa bersalah. Selama ini aku hanya ingat sisi kerasnya, larangannya, marahnya. Aku lupa … di balik itu semua, ada perempuan rapuh yang berjuang sekuat tenaga untuk tetap hidup. Untuk tetap ada … buatku.”
Air matanya jatuh, membasahi tulisan itu. Namun, kali ini, ada kekuatan baru yang perlahan muncul.
“Ibu, aku janji. Aku akan belajar bertahan. Kalau dulu Ibu bisa kuat demi aku, sekarang … aku harus belajar kuat demi diriku sendiri.”
***
인기 회차