Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ANILA - Kutukan Angin

ANILA - Kutukan Angin

~•~ [GATA] Anila mulai menulis sebuah puisi di buku diary aneh, yang tiba di kamarnya kemarin. [Setega itu dirimu hadir, dan setega itu pula dirimu menyingkir.] Tangannya masih terus menggores tinta, bahkan tinta dari matanya pun ikut keluar. [Bersuka ria kita hardik waktu bersama-sama bisa-bisanya kau pergi hanya sebab ku pinta.]
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
KEPINCUT CINTA IDOLA

KEPINCUT CINTA IDOLA

) BIMA (“Hubungan persahabatan Kak Samudra dan Kak Junot patut dipertanyakan.” ARRASSO (“Syarat give awaynya suruh bikin puisi penyemangat aja buat kakak.”) Nami tidak lagi menyimak obrolan di room chat tersebut. Sebuah suara mengejutkannya dan hampir saja menjatuhkan ponsel Samudra ke lantai. “Hai, Manis.”
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
JEJAK HASRAT

JEJAK HASRAT

Kode-kode kecil dan titipan salam melalui teman-teman mereka adalah cara mereka mengungkapkan perasaan tanpa mengucapkan kata-kata yang sebenarnya. Sania: "Pak Parman, teman saya suka sekali membaca puisi. Dia mengatakan bahwa puisi adalah cara yang indah untuk mengungkapkan perasaan. Saya kira dia benar." Parman: "Puisi adalah cara yang indah untuk mengungkapkan apa yang sulit diucapkan, Bu Sania."
1041.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kelam hari adalah rasa Manusia suci sungguh tiada Kecuali dia sang Baginda Padanya kita meminta Tentang dunia yang nanti fana Akhirnya, manusialah pencinta Agar sampai kepadanya Akhirnya kami menuliskan lagi puisi pada sebuah tembok yang belum tertulisi, atau tiada gambar di sana. Mei tidak bertanya soal arti, atau maksud mungkin, yang tertuang dalam puisiku tadi. Jika bertanya, aku akan menjelaskan kepadanya bahwa, “Aku juga tidak tahu!”
8.99.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
Dear Mantan

Dear Mantan

Amat menyesal, sempat memutukan kabur demi keegoisannya sendiri. Ia tahu betul, penyesalan tak akan bisa membuat sang Papa kembali. Kini, hanya untaian doa dan kata maaf. Untuk semua hal yang pernah terjadi, meski berat tetap harus dijalani bukan? "Setelah ini, apa rencanamu selanjutnya Rei?" tanya sang Mama, mendesah resah. Menatap anak, yang selalu ia kekang selama hidup.
1012.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Belum selesai. Dan di tengahnya, berdiri satu sosok baru. Makhluk itu tidak memiliki wajah. Tubuhnya terdiri dari frasa-frasa menggantung. Ia bergerak dengan lambat, seperti kalimat yang belum selesai dibaca. Ia menyebut dirinya: > “Amsal” bayangan dari nasihat yang tidak pernah diungkapkan. Ia adalah pengingat bahwa banyak cerita gagal karena terlalu banyak yang ingin disampaikan, tapi tak satu pun benar-benar dibicarakan.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati

Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati

Semua orang di ibu kota yang memiliki waktu luang pasti datang ke Kuil Amnan. Andini membungkuk memberi hormat kepada Abimana seraya berujar, "Terima kasih atas penghinaan yang luar biasa ini. Aku benar-benar bersyukur. Pukulan hari ini seharusnya sudah cukup untuk membayar semua kebaikanmu padaku, 'kan?" "Kalau merasa belum cukup, masih ada sapu di sana. Hari ini, aku akan berdiri di sini sampai kamu puas memukulku," sambung Andini.
9.7623.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.4K kali sebagai amanat puisi
Tampilkan Ulasan (110)
Baca
+Pustaka
Yani Arwana
Cinta andini hanya untuk yg benar2 tulus dan berbakat. aq mlah brharap andini dptin hati putra mahkota dan jdi ratu. atau paling tidak jadi ahli akupuntur nmr 1 di negara itu rangga sangat licik. kecurigaanku tetap rangga yg meracuni kaki kalingga demi merebut posisi jenderal
Elxr
pliss thor...... andin harus sama kalingga ...... si rangga bikin kesel aja ... kalo emang cinta, knp ngak pernah ngertiin n percaya sama andin sejak dulu ... giliran ada cowok yg beneran sayang sama andin, ketar-ketir lu 🫵🏻 jgn bikin kalingga knp" ya thor ...... sudah cukup patah hati krn byakta...
Baca Semua Ulasan
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

"Bagiku, kebahagiaanmu ialah cita-citaku yang ukurannya tak sekedar setinggi bukit, melainkan setinggi langit. Apa salahnya matahari bekerja sepanjang masa? Apa salahnya bulan menerangi semesta dalam gulita? Semua benar, bukan? Lalu, untuk apa aku tidak bergerak untuk meraih cita-cita? Sedangkan, perintah-Nya telah memberi kerangka. Cinta ini ingin amerta dalam setiap langkahmu, tak tergusur sedikit saja meskipun tumbuh luka." "Aeellaah, pujanggaku! Tak tahu lagi dah, njenengan sangat indah! Isbay minta dibuatin rumah kecil di tengah taman, itu khusus rumah novel, puisi, quotes yang fiksi semua, tapi khusus romance. Entar namanya, apa ya?" "Mmm, namanya 'ROMANTIC HOUSE 22', gimana?" "Masyaal
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai amanat puisi
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

Indah tertegun melihat tekad Ambarani sehingga dia tak berani mencegahnya. Di rasa peringatannya tak dihiraukan, Kuncoro berdiri dari kursinya. “Tapi yang aku ucapkan tadi hanyalah sebagiannya. Aku baru ingat para tetua juga sering mengucap sebuah kalimat, semacam mantra penuntun. Mereka yakin mantra itu harus diucapkan untuk memanggilnya.” Dia menggeleng, mencoba mengingat. “Purnomo teko, gunung mampet dadi suoro, aku teko ojo lungo.”
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status