Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat pena cahaya di jemarimu mulai bergerak, realitas di sekitarmu tidak lagi sekadar bergeser; ia meledak dalam spektrum warna yang belum pernah terdefinisi oleh mata manusia. Kata pertama yang kau tuliskan bukanlah sebuah nama, melainkan sebuah getaran: "Ananta" (Tanpa Batas).
965 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Ong Kiat: (tanpa menoleh) "Berhasil untuk apa?" Suaranya serak. Bukan karena dingin. Ah Wu: "Untuk... untuk negara, Tuan. Untuk... untuk—"yang Ong Kiat: (tertawa pahit) "Untuk negara? Atau untuk Selir Hui?" Mereka diam. Mereka tahu jawabannya. 🏮 PUISI YANG TAK PERNAH SAMPAI Kenangan lain datang—lebih manis, lebih perih di pelupuk Ong Kiat. Ia menggenggam Buku Puisi Karya putri yang diinginkannya. Yang tidak cantik sekali, tapi halus budi bahasanya.
459 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Om Tampan

Istri Kedua Om Tampan

To: Suami: (Serangkai Aksara Sang Makmum. Wahai imamku, bawalah makmummu ini meraih Ridha-Nya dan menuju surga-Nya. Imamku, bersabarlah dalam menghadapi lika-liku hati makmummu yang tidak menentu ini. Imamku, sayangilah makmummu ini yang terkadang selalu menyulut emosimu, dan tak jarang lalai akan tugas dan kewajibannya. Bicara itu mudah, mengingatkan itu juga sangat mudah. Yang sulit adalah merangkul makmummu dalam berbagai suka dan duka yang penuh liku. Imamku, Imamku, Imamku ... Apa pun yang terjadi, 'Gue makmum aja deh.') Setelah mengirim pesan, Annabelle langsung mematikan ponsel. Tak tahu harus menjawab apa— jika Samuel bertanya apa gerangan yang membuat dia mengirim pesan seperti itu.
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Suami Cacat

Sentuhan Panas Suami Cacat

“Apa pun yang kamu dapatkan di rumah ini—itu bukan milikmu. Kamu hanya… singgah.” Kata-kata itu seperti pisau kecil yang berulang kali menggores. Amara meremas jemarinya, menahan gemetar. “Saya tidak pernah meminta apa pun,” ucapnya nyaris tak terdengar. Anisa tersenyum lebih lebar. “Justru itu yang berbahaya.” Langkah kaki terdengar dari arah lorong. Nyonya Ambarwati muncul, menatap pemandangan di depannya dengan mata tajam.
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
ATURAN LANGIT!

ATURAN LANGIT!

Paman Wangsa tersenyum. "Mukzijat hanyalah milik para Nabi, Rasul dan Utusan-Nya, ini hanyalah salah satu amanah kecil yang diberikan Sang Khaliq pada leluhur mu dan juga dirimu! Satu saja nasehatku, mulai hari ini jadikanlah dirimu menjadi seorang yang layak dan pantas untuk menerimanya! Karena tujuan hidup dari kalian umat manusia yang sesungguhnya adalah memahami esenssi dan makna yang sudah tersurat dan tersirat dalam aturan Sang Pencipta, yakni beribadah kepada-Nya! Dan salah satu sifat, karakter dan kelebihanmu adalah sangat senang menolong orang lain, itu adalah modal dasar terbaik yang kamu miliki! Jadikan itu sebagai pedoman dalam hidupmu! Karena dengan menolong orang lain, berarti
9.272.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

H anya ini cara buktikan kalau aku bukan dia E nyahkan segala untuk sebuah ambisi dan asa N antikan waktu yang tepat tuk bersama D engan segala kesakitan berbalut bahagia R intik hujan pun tak sanggup hilangkan rasa A ku inginkan kamu melebihi dunia dan seisinya Gerimis di bumiku, 1 Agustus 2022' Dyra menarik napas dalam setelah menuliskan puisi yang tersusun dari nama sang pria dan mengunggahnya di lama media sosial. Sungguh, rasanya seperti banyak bebatuan berguguran yang hilangkan sesak dada. Walaupun pria di sana mungkin tidak pernah tahu isi hati yang sebenarnya. Setidaknya rasa di hati telah tersampaikan di tempat yang memberikan banyak manfaat ilmu literasi. "Baiknya sekarang tidur. T
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
Legenda Raja Pendekar

Legenda Raja Pendekar

"Kamu punya sesuatu yang jarang dimiliki perempuan lain, mau mengerti perasaan orang lain dan tidak suka memaksakan kemauan sendiri kepada orang lain." Samar-samar terdengar suara merdu seorang wanita berseru, "Banjao kisi ke kisi ko aapena banalo." Jelas bukan suara Xiuying maupun Xinxin. Mayleen tercenung, Jiu Long bertanya, apa artinya itu. Mayleen menerjemahkan, "Jadilah milik seseorang dan milikilah seseorang. Itu kata-kata sastra dari buku Natyam Sasrayang kenamaan, buku falsafah tua dari India. Pepatah itu nama jurus yang handal dan menjadi tanda pengenal kami dari perguruan di lereng Himalaya."
1044.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai amanat puisi
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Suratman VS Suratmin  ( Antara Si Kaya Dan Si Miskin)

Suratman VS Suratmin ( Antara Si Kaya Dan Si Miskin)

Seketika Suratman terdiam sesaat tanpa melihat lawan bicaranya yang terus berbicara panjang lebar. “Nggak bakalan Bule, takdirnya tetap menjadi orang miskin, kalau mimpi jangan ketinggian, kalau jatuh sakit banget rasanya,” sindir Suratman yang tidak mau Suratmin terlihat kaya dari dirinya. “Nggak boleh takabur, Man, istigfar!” “Jika Allah berkehendak maka terjadilah!” “Semua apa yang kita pikirkan belum tentu sama dengan kenyataannya,” timpa Bu Ela ikut berbicara.
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
Dosen Tampan Itu, Suamiku.

Dosen Tampan Itu, Suamiku.

Azman diam beberapa detik, kemudian berkata, "Karena yang perlu dipaksa itu hanya ibadah, selebihnya kamu cukup mengukur diri sesuai kemampuan." Anisa tertarik dengan kalimat Azman. Singkat, padat dan tepat sasaran. "Kalau kamu tidak suka, tidak masalah. Saya hanya mengutarakan perasaan." Azman menyambung kalimatnya. Kemudian, tersadar dengan waktu dan keadaan. Mereka bisa saja semakin menenggelamkan diri lebih dalam, tetapi semesta punya aturan. "Tinggal sepuluh menit lagi, sebaiknya kamu mandi lebih dulu."
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Hmmm.... Sebuah nama yang amat bagus dan terkesan gagah, sekaligus menyiratkan kewibawaan." "Dan, kata-kata syairku tadi adalah bagian Kitab Pustaka Raja yang bernama Mustika Manik Hasta Aksara. Di situ disebutkan bahwa sesungguhnya manusia hidup di dunia ini mempunyai delapan kewajiban...." "Ya. Ya, aku tahu, Paman. Paman telah mengatakannya dalam bentuk syair...." "Kau paham artinya?"
1031.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 807 kali sebagai amanat puisi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status