Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
'Ana-Ya'Inu: Tatapan Nyai Dasimah

'Ana-Ya'Inu: Tatapan Nyai Dasimah

Dalam bahasa Sunda diartikan sebagai ‘pikeun mapatkeun asih ka nu ngucapkeunana'. Mantra asihan yang diucapkan Nyai Dasimah adalah jenis mantra asihan pelet Sunda. Tidak akan berpengaruh jika dibaca oleh orang awam atau yang tidak memiliki ilmu. Namun, untuk kenyamanan pembaca, author menghapus acak kalimat mantra.
9.95.1K viewsOngoingAdded to Library 147 Times as amanat puisi
Read
+Library
Kristal Jiwa Raja Naga

Kristal Jiwa Raja Naga

"Tuan Muda Kecil, mengapa tulisanmu tidak sesuai contohnya? Seharusnya Tuan Muda Kecil menulis, 'Rencana manusia lebih rendah daripada yang dibuat oleh surga', tapi mengapa jadi kata lain?" An Zi tersentak dari lamunan hingga kuas yang dipegangnya terjatuh dan mengotori lembaran kertas. Dia lalu membaca ulang hasil goresan kuasnya. "Rencana manusia lebih rendah daripada yang dibuat oleh Jatayu." "Aaah! Apa pula ini?" An Zi menepuk dahi sambil menggelengkan kepala. "Mengapa jadi Jatayu?"
107.4K viewsOngoingAdded to Library 287 Times as amanat puisi
Show Reviews (26)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Serpihan Salju
Selamat datang buku terbaru saya ini. Mohon doanya supaya saya diberi kesempatan dan kemampuan untuk menyelesaikan buku ini hingga tuntas. Semoga siapa pun yang berkunjung ke mari juga diberi kesehatan dan rejeki yang berlimpah, aamiin ...
Read All Reviews
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Sudah hampir sepuluh menit. Emma bahkan tidak meliriknya sekali pun. Dan anehnya, itu sangat mengganggu. “Puisi,” lanjut Pak Mahesa sambil berjalan perlahan di depan kelas, “adalah cara manusia menyembunyikan luka tanpa benar-benar menutupinya.” Sunyi. Semua seperti terhipnotis pada suara Pak Mahesa yang berat dan dalam. “Hari ini, kalian akan menulis puisi bebas.”
103.8K viewsCompletedAdded to Library 90 Times as amanat puisi
Read
+Library
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Adam masih tetap mengangguk. “Kereeennn...walaupun aku enggak tahu makna yang sebenarnya tapi kakak hebat banget bisa bikin puisi ga nyampe 30 menit kaya gini” Andrewi membolak-balikkan beberapa kertas berisi beberapa puisi “Aku boleh liat puisi-puisi kakak yang lain, ga?” “No...no...no. Tidak boleh. Sama sekali” “Oh...iya. Sorry, kak” Andrewi mengangguk menyesal telah kembali memancing nada kencang tegas Adam. Adam ikut-ikutan menyesal. Tidak seharusnya dia berlebihan meneriaki Andrewi.
109.9K viewsCompletedAdded to Library 236 Times as amanat puisi
Read
+Library
BAYANGAN PENASEHAT AGUNG

BAYANGAN PENASEHAT AGUNG

Papan pengumuman jarang diperbarui tepat waktu. Tidak ada yang salah. Belum. Di akademi hukum, seorang murid perempuan bernama **Elin** membaca arsip lama. Ia menemukan catatan tipis, tulisan tangan yang rapi tapi sederhana. Tidak ada nama besar di sampulnya. Hanya kalimat pertama: *Aman itu bukan keadaan. Aman itu kebiasaan.* Elin membacanya pelan, lalu membaca lagi.
102.4K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as amanat puisi
Read
+Library
Re:Diva dari Gaia

Re:Diva dari Gaia

“Temani aku supaya tidak kesepian. Rasanya tidak enak kesepian itu.” “Apa yang kamu ketahui soal perasaan?” tanya Atma yang kini melayang di sampingku. “Amarah, kebencian, balas dendam, kehancuran.” Balasku. “Seharusnya penjaganya eebentar lagi ganti.”
93.8K viewsOn holdAdded to Library 94 Times as amanat puisi
Read
+Library
Paman Untuk Ibuku

Paman Untuk Ibuku

Namun … suara khas itu berhasil membuka matanya kembali. “Kamu … gak ada perasaan sama aku kan, Renata?” “Hah?” Mata itu, begitu tajam hingga mampu menguncinya. “Kamu gak ada perasaan apapun terhadapku kan?” Renata berkedip pelan, lalu tertawa lepas. “Bastian, kamu ini ngomong apa? Kita emang temenan lama, tapi itu gak bikin kita terjebak dalam hubungan asmara. Ya kalo misalnya aku emang suka sama kamu … kamu bakal marah? Emangnya siapa sih perempuan yang gak akan suka sama kamu? Pastinya banyak yang suka, termasuk aku juga. Aku juga gak mungkin jatuh cinta sama kamu hanya karena kita temenan lama.”
1.2K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as amanat puisi
Read
+Library
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Yah, setidaknya pedang itu bisa masuk gudang senjata, pikirku sambil menyeringai tipis dengan mata yang mulai berbinar jahil. "Tepat sekali!" Sori Sinambela tiba-tiba berdiri tegak, merapikan jubahnya dan berpose dramatis seolah sedang berada di atas panggung megah. "Impian besarku adalah mengarungi seluruh Dataran Antara dan menulis sebuah mahakarya puisi bertema... 'Bertahan Selamanya'!" Aku mengusap daguku yang mulus—janggutku bahkan belum tumbuh—sambil mencerna kata-katanya. Sebuah ide gila mulai melintas di otakku.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as amanat puisi
Read
+Library
Mengantar Nyawa setelah hari raya

Mengantar Nyawa setelah hari raya

"Jiwanggo kalbu, samudro pepuntoning laku. (Bertahta di kalbu, samudera pemandu perbuatan). Tumuju dateng Gusti, Dzat Kang Amurbo Dumadi. (Menuju kepada Tuhan, Dzat yang tidak ada asalnya). Manunggaling kawulo Gusti, krenteg ati bakal dumadi.(Menyatunya hamba dengan Tuhan, kehendak hati akan terjadi). Mukti ingsun, tanpo piranti. (Saya jaya, tanpa syarat (alat))" "Apa maksudnya?" Gumam Rumana di sela kepanikan. "Manunggaling kawulo Gusti, krenteg ati bakal dumadi? Mukti ingsun, tanpo piranti... Ah! Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Kidung ini Wahyu benar-benar memberiku petunjuk." Girang Rumana dalam hati. ***
2.4K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as amanat puisi
Read
+Library
Pamanmu Adalah Suamiku

Pamanmu Adalah Suamiku

Setelah berhasil melewati lampu lalu lintas yang sekarang sudah berwarna merah. “Kalian jangan meremehkan aku,” gumamnya. Sembari terus menaikkan kecepatan motornya. Alena akhirnya tiba di rumahnya. Dia masih duduk di atas motornya. Dia merasa enggan untuk masuk ke dalam rumah. Sebab dia sudah tahu sudah ada yang menunggunya dan akan menghukumnya. Dia menghela napasnya lalu berkata, “Untuk apa aku takut? Bukankah itu sudah biasa.”
102.4K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as amanat puisi
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status