Tiba-Tiba Dimadu
ujarnya membuang pandangan ke luar jendela, di mana burung beterbangan dan hinggap di puncak pohon Flamboyan.
"Kamu bisa bangkit dan hidup bahagia, seperti kamu dulu menyarankanku," ucapku.
"Ternyata aku tak bahagia tanpamu,," bisiknya parau.
"Jika kau begini, Angel akan kau bawa kemana, Mas? Dia istrimu, tanggung jawabmu," tegasku.
"Aku tak tahu, Jannah, entahlah, kutayanhati ini, dan ternyata debarannya hanya tentang kamu saja."
Hot Chapters