Petaka Dua Garis
Seorang perempuan berjilbab biru dengan wajah yang sangat cantik dan bermata belo itu berdiri dari kursinya dan langsung menyambut diriku yang tercegat di tengah-tengah keramaian.
“Hai, Fa. Ada urusan sebentar tadi,” jawabku sembari terpaksa bercipika-cipiki dengan perempuan bernama Latifa tersebut. “Nggak masuk ke dalam sama keluarga yang lain, Fa?”
“Nggak, ah. Tadi sudah salaman dan foto-foto sama Yazid dan Dinda. Pengen di luar aja, udaranya segar di sini.” Perempuan berwajah arabian tersebut mengibas-ngibaskan tangannya ke wajah, tanda sedang mencari angin.