Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ternyata Suamiku Bukan Pria Biasa

Ternyata Suamiku Bukan Pria Biasa

Ujung alis Arion sedikit menurun. Segala di wajah Elara, sangatlah memukau --terutama dengan jarak sedekat ini. Namun kedua mata berwarna zamrud itu yang paling memikat Arion. Ada satu rasa senang dalam hati Arion saat mengingat Elara mengenakan asesoris berupa kacamata bulat dan terkadang topi pet yang nyaris menutupi setengah wajahnya. Ia tahu kacamata itu palsu. Dan ia belum mengetahui alasan Elara mengenakannya sehari-hari saat keluar rumah.
1098.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai artis berkacamata
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
Pati Toba
Bagi yg baru berkunjung ke beranda cerita ini dan berniat utk mulai membaca bab 1 nya, kalian berada di jalur yg tepat. Pokoke dijamin gak bakal nyesal deh. Romantisnya dapet, actionnya dapet (serasa nonton film beneran), komedinya jg ada. Pokoknya author sgt pintar mengolah jln ceritanya.
reefisme
Dear ReeFellows!! Author sudah luncurkan buku baru ya... Silakan klik profil Author, atau lakukan pencarian dengan judul "DIBALIK KEMUDI SANG PEMEGANG KENDALI". Hope you will enjoy it as much. Happy reading!! 17.02.25
Baca Semua Ulasan
The Prosecutor Secret Lust

The Prosecutor Secret Lust

hentaknya pelan. Tak ingin membuat bosnya lebih murka seperti di kantor sebelum ini, ia mencobanya dan memandangi diri sendiri di kaca. Perlahan, bibir Hanae tersenyum. “Kamu benar, kacamata ini terlihat bagus di wajahku.” “Dia akan mengambil yang ini,” ucap Tuan Young pada pramuniaga. “Siap, Tuan!” angguk penjual bersemangat. Lumayan, satu kacamata dengan harga yang cukup mahal karena berasal dari merek cukup terkenal pula, Arnette.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai artis berkacamata
Baca
+Pustaka
Lelaki Penakluk Nona Muda

Lelaki Penakluk Nona Muda

“Akhirnya satu nyamuk lagi berhasil ditepuk mati!” Amisha mendesah lega. Ia berdiri di depan cermin toilet, merapikan pakaiannya. “Kacamata ini, sungguh sangat berjasa!” Amisha tersenyum menatap kacamata yang baru saja dilepasnya. Kacamata itu telah dilengkapi lukisan optik khusus yang memperlihatkan mata kanan Amisha seakan-akan juling. Sebuah cacat yang tentu saja tak ingin dimiliki oleh siapa pun, terutama kaum hawa.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai artis berkacamata
Baca
+Pustaka
Bukan Pengawal Biasa

Bukan Pengawal Biasa

Art membalas hormat. “Silakan duduk!” Jared mengarahkan tangannya ke kursi di sebelah Goon. Art menurut dengan anggukan tipis. Sudah duduk, sekilas dia melirik Sargas, terhitung tiga kali dirinya bertemu si kacamata itu. “Sangat tidak bersahabat,” kicau hatinya--penilaian sementara ini. Bergeser dari Helios Sargas, dia mengedar sekeliling ruangan dengan bola mata tanpa menggerakkan wajah.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai artis berkacamata
Baca
+Pustaka
Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Seekor makhluk gagah berdiri di atas kanvas itu, lalu… menghilang kembali secepat ia muncul. Seseorang di antara kerumunan menjatuhkan gelasnya. Seorang wanita muda berbisik lirih, “Tadi… harimau itu… menggerakkan kepalanya, kan?” Marcel Artois sendiri tertegun. Tangan yang terbiasa memegang kuas bergetar ringan. Ia mendekat, menatap detail sapuan itu—bukan hanya indah, ini… mahakarya yang hidup.
1082.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai artis berkacamata
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Bukan Pengganti

Ibu Susu Bukan Pengganti

Suara sendok menyentuh piring, gesekan halus keramik, semuanya terasa menenangkan. "Bi Ani!" panggil Emas dengan suara lantang, memecah kesunyian. Wanita itu menghentikan gerakan mahir tangannya lalu menoleh sebentar ke arah Emas. Sementara itu, muncul seorang ART berusia sekitar empat puluh tahunan, memakai daster dan celemek. "Iya, Tuan?" jawab Ani dengan berdiri sedikit jauh dari Emas.
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai artis berkacamata
Baca
+Pustaka
Mati Kembar

Mati Kembar

Kulirik dari celah jendela rupanya gerimis mulai menitik dan membasahi setiap dinding di luar serta kaca yang bening menjadi berembun karena tetesan air langit itu. Ternyata begitu cepat malam menyapa kami. Benar saja terlihat si kembar memeluk kedua lenganku erat. Sementara aku masih terduduk di sofa di tengah-tengah ruangan. Astaga! aku melihatnya lagi, sosok yang sama pada waktu yang mungkin sudah tak terhitung lagi. Bisa jadi aku sudah sangat teramat biasa dengan pemandangan buruk ini. Tapi kali ini bukan itu yang ingin kubahas melainkan kan ada keanehan yang tidak biasa tergambar dari pemilik mata sendu itu.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai artis berkacamata
Baca
+Pustaka
Sang Pewaris Buta

Sang Pewaris Buta

Jono berkedip, melihat wanita ini serasa mengingatkan pada Winda dahulu. Ya, dia adalah art yang bekerja untuk Winda dan merawatnya saat buta. Awalnya dia berpikir Laila adalah gadis istimewa dan baik, tapi ternyata dia adalah wanita yang juga memikirkan uang dan uang semata. Bekerja di Fantasia, memiliki banyak kekasih dan juga membuatnya hampir mati.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai artis berkacamata
Baca
+Pustaka
Aku Bukan ART Keluargamu

Aku Bukan ART Keluargamu

Tampak ibu mertuanya berkacak pinggang di depan pintu dengan mata melotot seperti hampir keluar dari kelopak matanya. "Kalau bersih-bersih itu yang hati-hati, Risa! Rvg1 aku, kalau kamu pecahkan piring-piring yang kus3w4 itu. Pasti pemiliknya akan minta ganti rvg1 padaku!" teriak Narita kesal dengan tingkah laku menantunya. "Bu, saya hanya memecahkan satu piring saja. Itupun karena tidak sengaja. Tangan saya licin karena terkena sabun cair, sehingga piringnya terlepas waktu saya pegang." Risa berusaha membela diri.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai artis berkacamata
Baca
+Pustaka
Pria Tak Kasat Mata

Pria Tak Kasat Mata

Terlihat seorang wanita dewasa dengan seragam guru, berambut pendek dan berkacamata berjalan lalu menatapku sekilas. "Eh, kamu yang murid baru pindahan itu ya?" tanyanya. "Iya, Bu," jawabku. 'Kok tahu?' pikirku. "Ya tahu, lah. Ibu hapal semua murid di sini," ucap wanita itu sambil terkekeh. "Siapa nama kamu? Ibu lupa." "Sella Amelia, Bu." "Oh iya, sini ke ruangan ibu dulu," ucap wanita itu. Aku pun mengikutinya.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai artis berkacamata
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status