Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Black Shadow

Black Shadow

Namun, logikanya berkata, menolak untuk mencari lagi mereka karena rasa dendam yang membara tidak pernah terhapus dari hatinya. Yuna merasakan perutnya lapar. Dia pun beranjak dari tempat duduknya, mengambil jaket hitamnya, serta masker yang menutupi setengah wajahnya. Dia pun gegas menuruni anak tangga dan berjalan ke arah toko untuk membeli apa yang bisa menunda rasa laparnya. Sekaligus Yuna membeli perbekalan untuk dia bersembunyi beberapa hari. Agar terhindar dari kejaran anak buah Axel yang pastinya berbahaya untuk keselamatannya.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as ash x dawn
Read
+Library
Aksa!

Aksa!

ucap Hanzo. "Ada orang yang masih harus saya bikin tersenyum. Jadi, mana mungkin saya meninggalkan dunia ini," ucap Aksa "Andai saja mereka nggak datang, pasti sekarang lo udah mati." Flashback ... Setelah kepergian anggota Heaven. Aksa bertarung sendirian, berkali-kali ia bertukar tubuh dengan Evan, membuat jantungnya seakan mau meledak.
109.7K viewsCompletedAdded to Library 300 Times as ash x dawn
Read
+Library
Aftermath

Aftermath

Yanan yang bertugas menenangkan Jihan pun tak kuasa menahan tangis. Sesaat setelah jasad Hansel dikebumikan, kesadaran Jihan detik demi detik bagai direnggut oleh atmosfer duka yang menyelimuti areal pemakaman ini. Semilir angin senja yang berembus perlahan pun sanggup membuat tubuhnya tumbang. Ia merasa sisa-sisa pertahanannya runtuh bersama air mata. Ia mendadak tak sadarkan diri. Orang-orang di sekitarnya kelimpungan menahan agar tubuhnya tak jatuh ke tanah.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as ash x dawn
Read
+Library
Dream On

Dream On

Noprina dan Selvie langsung berlindung di belakang Chandra. Selvie memegang bahu chandra dengan sangat erat. Chandra melihat ada ketakutan yang sangat besar di wajahnya. Di lihatnya Edo dan Udin yang jatuh pingsan, lalu Sunandar yang mencoba bangkit untuk melawan. “Coba lihat itu,” kata Sunandar, “si wibu nolep senyum-senyum sendirian,” lanjutnya. Hayalan Chandra langsung buyar, di lihatnya semua orang memandanginya, wajahnya langsung memerah tersipu malu.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as ash x dawn
Read
+Library
ARSHAKA

ARSHAKA

Gumam Mila pelan dengan wajah mengernyit. Bugh! Arshaka menonjok tepat di bibir hingga lawannya terjatuh terlentang di lapangan. "Hah... Hah..." Arshaka menarik nafas pelan, menelan salivanya dengan rahang yang mengeras. Ia berjalan mendekat ke Dimas, orang yang mencari ribut ke dirinya siang ini. "Lo!" Arshaka berjongkok dengan gaya coolnya dan menampar pelan wajah Dimas, masih dengan wajahnya yang datar tanpa ekspresi padahal wajahnya sudah babak belur gak karuan.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as ash x dawn
Read
+Library
Shadow of Revenge

Shadow of Revenge

“Baik, Tuan.” Dexter mengambil dua gelas sloki dan kembali menghampiri tunangannya. Memberikan minuman itu pada Chelsea. Tanpa rasa curiga sedikitpun, wanita itu menenggak minuman yang dibawa tunangannya. Kembali berjoget setelah semua cairan keemasan itu masuk ke tubuhnya. “Dex, sepertinya aku mulai mabuk.” Chelsea berhenti menari dan memeluk pria itu. Kepalanya pusing dan tubuhnya terasa panas.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 213 Times as ash x dawn
Read
+Library
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

Di tengah padang puing, berdiri sebuah gerbang besi raksasa dengan lambang bioteknologi tua yang pudar di tengahnya. Di bawah lambang itu, sebuah tulisan samar: "Project New Dawn - Authorized Personnel Only." Kaela menatap tulisan itu lama sekali. Kata-kata itu seperti mengejek semua yang telah hancur karena keserakahan manusia. “Ini dia,” gumam Arden. “Pintu neraka.” Elio menggenggam erat senapannya. “Kita sudah sejauh ini. Tak ada jalan kembali.”
101.4K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as ash x dawn
Read
+Library
Abysswalker: Darah Membara

Abysswalker: Darah Membara

Dengkuran panjang keluar dari tenggorokan Ash, bukan marah, lebih seperti sesuatu yang kehabisan tenaga untuk marah. Ash mundur satu langkah, lututnya menekuk, dan dia jatuh duduk di antara akar-akar pohon besar di depan Shiva. Kepalanya turun perlahan ke dadanya, api dari retakan-retakan di kulitnya semakin pendek, semakin redup, sampai akhirnya hanya cahaya merah tipis yang tersisa di permukaan kulitnya, bergerak sangat lambat seperti bara yang hampir padam.
10612 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as ash x dawn
Read
+Library
Beautiful Darkness

Beautiful Darkness

“Dulu aku sering memotong rambutku sendiri. Kadang bahkan mewarnai rambut di rumah. Cutting style-ku tidak parah juga.” “Rambutmu sekarang berwarna apa?” “Dark brown,” jawab Van. “Kau mau aku mewarnai rambutmu?” Ele mengedikkan bahunya perlahan. “Entah lah. Aku tak yakin.” “Kalau menurutku…” Van berujar seraya mendekati Ele. Tanpa menunggu persetujuan Ele, ia meraih helaian rambut gadis itu yang terikat menjadi satu. “Kau harus coba warna rambut ash grey. Kau akan terlihat makin cantik dan fresh. Mungkin juga kau bisa terlihat lebih muda.”
106.1K viewsOngoingAdded to Library 194 Times as ash x dawn
Read
+Library
Dark White

Dark White

Dark White Chapter 09 Suara hujan deras mengguyur di luar sana. Sementara dalam sebuah ruangan berukuaran 7×8 meter, seorang pria masih sibuk mengganti kain kompres. Masih tergambar dengan jelas bagaimana Bella bercerita sambil menangis tadi. Gadis itu sedang terluka, bukan fisiknya tapi batin dan mentalnya.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as ash x dawn
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status