Anak Rahasia Sang Kepala Mafia
Karena Tiana, ibunya, selalu memperlakukanku dengan baik, dan masih ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan sebelum benar-benar menghilang.
Ruang pesta bersinar dengan lampu gantung emas dan tawa yang tipis seperti kaca rapuh. Anggur berkilau di gelas kristal, janji-janji hancur setiap kali bersulang. Dan Arisa berdiri di tengah semuanya, memesona, dikagumi, tak tersentuh.
Para sosialita mengepungnya seperti ngengat pada api.
"Arisa, Dario pasti terobsesi sama kamu," kata salah satu dengan kagum.