Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Lira menatap langit merah yang berdenyut. “Aku hanya ingin tahu siapa aku sebenarnya.” Revan menutup mata. “Itu masalahnya. Dunia tidak ingin kau tahu.” Tiba-tiba tanah bergetar keras. Tulisan-tulisan di permukaan tanah meledak satu per satu, memuntahkan semburan simbol hitam yang berusaha meraih kaki Lira. Sebuah suara besar bergema dari langit, bukan suara manusia.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai astronomy lirik terjemahan
Baca
+Pustaka
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Mendengar itu, Audrey tiba-tiba mencibir, "Kurasa, dia nggak butuh kamu temani dia lagi." "Apa maksudmu?" "Lihat saja bagian belakang kartu pos ini." Christopher dengan cepat membaliknya. Dia langsung membaca kalimat pertama yang kutulis. [ Pada saat kamu membaca surat ini, aku sudah meninggal. ] Benar, kesehatanku sangat buruk dan penyakitku sudah mencapai stadium akhir. Beberapa hari yang lalu, aku telah meninggal di tempat di mana musim semi sedang mekar penuh.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai astronomy lirik terjemahan
Baca
+Pustaka
Selamat Malam Duniaku

Selamat Malam Duniaku

Dia sangat benci! Lambat laun onggokan awan hitam beranjak dari tempatnya, burung laut mulai meramaikan suasana. Sinar matahari menembus cakrawala dengan sinarnya yang lembut. Andaikan suasana hatinya tak seburuk ini, ia akan sangat bahagia menyaksikan pemandangan pagi yang indah dan menyegarkan. Di tepi laut saat mentari menyembul dari ufuk timur, saat gulungan ombak menari menyambut sinar mentari. Mira tak pernah merasakan rekreasi sekadar memanjakan matanya pada nuansa alam yang menyajikan keindahan seperti ini. Tapi pagi ini, dia tidak bisa mengatakan selamat pagi pada dunia. Karena pada dasarnya itu hanya akan memperlihatkan betapa menyedihkannya dirinya kini.
3.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai astronomy lirik terjemahan
Baca
+Pustaka
Kemenangan sang Nona Muda

Kemenangan sang Nona Muda

Pandangan merendahkan kepada Alina mulai melunak. Verstossen sei auf ewig, Diusir selamanya, Verlassen sei auf ewig, Ditinggalkan selamanya, Zertrümmert sei'n auf ewig Menjadi hancur selamanya Alle Bande der Natur Semua ikatan alam aaah ah ah ah ah ah haaa aaah ah ah ah ah ah haaa Wenn nicht durch dich! Jika tidak melalui kamu! Sarastro wird erblassen!
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai astronomy lirik terjemahan
Baca
+Pustaka
Doa Yang Harusnya Tak Aku Langitkan

Doa Yang Harusnya Tak Aku Langitkan

Dia memandangi langit dari teras masjid, hari sudah hampir sore dan sungguh jiwa raganya merasa letih menghadapi segala kenyataan yang dia terima hari ini. 'Astaghfirullahal'adziim wa atuubu ilaiih..' lirihnya sambil menarik dan mengembuskan nafas berulang kali. Sungguh, jika bisa, dia rasanya ingin menyerah dengan semua ini. Tapi banyak sekali pertimbangan yang harus dia pikirkan dengan matang.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai astronomy lirik terjemahan
Baca
+Pustaka
Tergoda Suami Sewaan

Tergoda Suami Sewaan

Aaaaaa. Elang : Yang kau berikan kepadaku. Heru : Di malam ituuuu. Samudra : Membuatku ingin berkata. Mikail : Talak tilu sakalian. Panglima : Astagfirullah. Lagunya, luar biasa. Januar : Aku bingung, liriknya jadi aneh. Terren : Kalau benar liriknya, fix, mereka lagi waras.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai astronomy lirik terjemahan
Baca
+Pustaka
Giok Langit

Giok Langit

“Apa yang anjing penjilat itu berikan padamu sampai kau mau merendahkan harga diri?” “Kita berdua tak beda jauh.” Lonceng Surga kehilangan seringainya. Sejenak ia melirik dua saudara seperguruan itu sebelum melanjutkan. “Aku tak punya waktu meladenimu. Aku pergi.” Liang Kun tak terima dan berusaha mengejar. “Tunggu kau, biksu palsu!”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai astronomy lirik terjemahan
Baca
+Pustaka
Kau Lah Takdir Ku

Kau Lah Takdir Ku

ucap bibi Nilam sambil membelai kepala Edel dalam dekapannya. Tangisan Edel kembali pecah di dalam pelukan bibi Nilam. Bayang - bayang lelaki gay itu terus berputar di kepalanya. Membuat dirinya merasa mual dan enak melihatnya. " B-bibi.... E-edel sudah tidak suci lagi...... " ucap Edek terputus - putus sangking sesak hatinya. " Bagaimana kalo nanti Edel hamil bibi ? "
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai astronomy lirik terjemahan
Baca
+Pustaka
SANG KUPU-KUPU MALAM

SANG KUPU-KUPU MALAM

jawab Alex singkat dengan mata berbinar menatap kearah laut. “Boleh tapi aku mau mendengarmu main piano dulu baru kita berlayar. Apa kau mau bermain piano denganku nanti?” Alex memberikan senyum termanisnya pada sang ayah lalu menggangguk. “Aku belajar lagu baru!” ucap Alex ingin menceritakan apa yang sudah dipelajarinya hari ini. Tapi karena kosa katanya masih terbatas dia tidak tahu bagaimana mengucapkannya dengan rangkaian kalimat.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai astronomy lirik terjemahan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status