Dia Ibumu Bukan Pembantumu
Aku bingung harus apa, satu sisi pelukannya makin erat dan satu sisi aku malu.
"Sumpah, baru sekarang aku nemu orang sehebat kamu, Millen. Kamu hebat, kamu rela lakuin apa aja demi melindungi ibu kamu. Sementara aku, belum tentu aku bakal lakuin hal yang sama. Kamu hebat," ungkapnya.
"Makasih, Kak. Aku juga gak tau apa aku kuat buat lanjutin hidup ini tanpa ibu, hati aku sakit. Ditambah Kakak sama Adik aku---"