Ibu Susu Untuk BOSKU
kodavhanya bayangan ada di depankulihatlah semua orang menatapkudengan tatapan tajam penuh percaya dirikenapa telinga berdetak seperti jantung
tanyanya lembut.
"Kita pesan pizza, yuk. Boleh, kan?" pintaku dengan mata berbinar.
"Tentu saja, sebentar ya, aku pesankan dulu," jawab Lidia sambil mengambil ponselnya dan mulai mengetik pesan untuk memesan pizza.
Tak lama kemudian, Ratna kembali membawa tas belanja besar bertuliskan AInfinite. "Sonia, ini sepertinya laptop," katanya sambil menyerahkan paket itu padaku.