Bicara
Dengan cepat, Bian meraih amplop tersebut, membuka setiap lipatan kertas di sana.
Bian membaca barisan kalimat yang tertulis di kertas itu dengan perlahan. Saat menemukan sebuah kata yang di luar dugaannya, ia membacanya lagi dan berharap jika semua itu hanya mimpi. Namun nyatanya, semua itu benar terjadi. Tak ada harapan bagi Bian, untuk bangun dari mimpi buruk ini.
Kakinya lemas. Tangan yang ia gunakan untuk menopang pada kursi belajarnya sudah tidak mampu lagi menopang tubuhnya.
Hot Chapters