Pembantu Kesayangan Tuan Muda
Di dekat peti, seorang pendeta berdiri dengan wajah serius, memegang buku doa di tangannya.
Suara orgel yang mengalun dengan lembut memenuhi udara, menciptakan suasana yang sakral. Pendeta mulai membacakan doa dengan penuh hikmat, memohon agar Tuhan mengampuni dosa-dosa Brian dan menerima jiwanya di surga. Kata-kata doa yang terucap penuh dengan harapan dan duka, seperti aliran sungai yang mengalir tenang dalam keheningan gereja.