Pesugihan Genderuwo
"Kamu ingin bebas dari perjanjian ini? Maka, kamu harus melepaskan semua itu. Kamu harus siap untuk menjadi miskin, untuk hidup tanpa kekuasaan dan harta. Kalau kamu berani menghadapi itu, baru ada kesempatan untuk mengakhiri belenggu ini."
Bagas terdiam, perasaannya campur aduk. Kegelisahan yang tak kunjung reda menghantui pikirannya. Namun, dalam hatinya, ada perasaan yang semakin kuat. Dia merasa semakin terperangkap, semakin terseret oleh takdir yang ia pilih.