Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Secret Night

Secret Night

Hal itu membuat keadaan kembali kondusif hingga akhirnya keduanya larut dalam pekerjaan dan rasa canggung di antara mereka pun memudar. Tenggelam dalam pekerjaan, membuat Ceysa tidak sadar jika hari sudah petang. Dia merenggangkan tubuhnya dan terkejut ketika menegakkan kepala dan melihat langit sudah mulai menggelap. “Astaga, ini sudah melebihi jam kerjaku. Aku harus pulang sekarang,” ujar Ceysa sambil meringkas barang-barangnya dan terlihat panik karena hari ini adalah kali pertama dia meninggalkan Dizon terlalu lama.
1019.7K viewsCompletedAdded to Library 452 Times as before midnight
Read
+Library
Midnight In Manhattan

Midnight In Manhattan

Nara hanya menggeleng, tersenyum sopan meski senyum itu makin lama makin getir. Tangannya sesekali menyentuh layar ponsel. Tak ada pesan masuk. Tak ada kabar. Jam dua belas malam, pemilik restoran mendekatinya. "Maaf, Nona. Kami akan tutup sebentar lagi." Nara tersenyum kikuk, lalu bangkit dari kursi. "Oh … iya, maaf sudah terlalu lama."
10704 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as before midnight
Read
+Library
Sweet Dreams

Sweet Dreams

tanya Bagas saat mobil mereka berhenti di lampu merah pertama. Nina mengernyitkan keningnya. Melirik sekilas pada jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Waktu masih menunjukan pukul Tujuh lewat Lima Belas menit, artinya masih terlalu cepat untuk kembali ke apartement. "Boleh," jawab Nina kemudian.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as before midnight
Read
+Library
Wait At 24

Wait At 24

Di depan kita terdapat sebuah benteng setinggi dada orang dewasa yang membatasi toko tersebut dengan sebuah tanah kosong. Sepuluh menit berlalu tanpa suara sama sekali yang keluar dari mulut kita. Aku menikmati rasa dingin yang cukup menusuk dan membuat jari-jari mengkerut. Semakin mendekati jam 12 malam, semakin berkurang pula pasangan yang berteduh bersamaan dengan hujan yang mereda.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as before midnight
Read
+Library
Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang

Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang

"Chou Shi! Chou Shi! Jam satu lewat!" Ini adalah kentungan kedua. Periode antara jam satu dan jam tiga pagi, saat dunia paling sunyi dan gelap. Kebanyakan orang sudah tertidur lelap, hanya tersisa beberapa penjaga yang berkeliling dan kultivator yang bermeditasi. Bersambung
9.720.9K viewsCompletedAdded to Library 585 Times as before midnight
Show Reviews (14)
Read
+Library
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Alam. Selain reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam Atas, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Jimmy Chuu
Meskipun membaca buku ini bisa menjadi buku mandiri, namun Lore dari kisah : Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang adalah : 1. Warisan Artefak Kuno 2. Pewaris Kultivasi Iblis - Raja Kelelawar Hitam 3. Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang
Read All Reviews
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Ia tak dapat berkata-kata, sangat sulit untuk bicara. Chrystal melayangkan pandangannya ke arah Menara Eiffel di kejauhan, lampu-lampu di Menara Eiffel itu kembali berkelap-kelip dengan indah nya. Chrystal melihat jam di tangan Ares yang sedang memegang buket bunga untuknya itu, tepat jam dua belas malam. Sekarang midnight ! Ya, saat ini midnight di Kota Paris berarti hari terakhirnya di Kota Paris telah berakhir, hari baru telah tiba dan Chrystal harus segera meninggalkan Kota Paris yang indah bertabur cahaya ini yang penuh kenangan indah bersama Ares. Perlahan Chrystal mengulurkan tangannya mencoba untuk mengambil buket bunga pemberian Ares, namun tiba-tiba .... “Brruuuk!”
105.2K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as before midnight
Read
+Library
Milky Way on The Midnight Starlight

Milky Way on The Midnight Starlight

Jika alergi yang menjangkit sangat parah, bahkan wajahku terlihat menggembung seperti habis disengat rombongan tawon. Aku mengeratkan jaket pemberian Ardi di tubuh sambil berjalan menuju pelataran masjid untuk mengusir rasa gatal yang makin menyakitkan. Langit malam ini sangat bersih, purnama bersinar tanpa terhalang mega, bintang-bintang berkelip cemerlang, cantik sekali. Sebuah kilau gemintang yang sangat cerah mencuri perhatianku. Antares, bintang yang berasa di tatanan paling ujung rasi scorpion. Ah, benar saja, milk way sudah mulai muncul, tapi bukankah ini masih terlalu senja untuk kemunculan milk way? Kulirik kembali arloji di pergelangan, ternyata sudah lebih dari jam sepuluh malam.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as before midnight
Read
+Library
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

Dia melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 21:00. “Iya, tak biasanya ayahmu belum pulang jam segini. Mungkin ada halangan di kantor. Soalnya ayahmu kan memang orang penting di kantornya. Kamu sebaiknya tidur saja dulu, besok masuk sekolah lho,” ucap Yuni.
105.6K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as before midnight
Read
+Library
Batas Waktu

Batas Waktu

Aqilla selalu menikmati moment kebersamaannya dengan Adit, ia selalu tak ingin moment ini berakhir, sebab hanya dengan embel-embel persahabatannya, Aqilla bisa terus bersama dengan orang yang ia sukai. --- Jam menunjukkan pukul dua belas malam. Alfa baru saja memasuki rumahnya yang mewah dua lantai dengan perpaduan warna gold dan putih. Sebagian lampu di dalam rumah sudah padam karena memang ini sudah larut malam. Rumah mewah itu sangat sunyi, hanya ada satu pembantunya yang membukakan pintu. Ia sudah terbiasa dengan suasana sunyi rumah ini. Jemari tangannya memainkan kunci motor, sesekali ia bersiul seraya berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Kakinya hendak menaiki anak tangg
2.5K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as before midnight
Read
+Library
TimeLess

TimeLess

Robby menekan tambol masuk apartemen, dan melihat Jonatan duduk di sudut dengan segelas wine. "Hentikan kebiasaan minummu saat stres Jo." Ucap Robby yang jengkel melihat sikap kekanak-kanakan Jonatan. Jonatan tidak menggubris Robby sama sekali, dan masih memandang ke arah langit yang semakin gelap. Bintang-bintang bertaburan dan suasana begitu hening. Terang saja, waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 dini hari. Robby mengambil wine di tangan Jonatan dan menguruhnya istirahat.
9.95.1K viewsCompletedAdded to Library 188 Times as before midnight
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status