Andai Semua Berbeda
"Kamu orang yang aku percaya, Herni. Kamu memanfaatkan kebaikan orang demi dirimu sendiri. Kalau kamu ingin kaya, jangan bekerja di panti. Ini tempat bersosial, berbakti pada negara dengan merawat anak-anak."
"Maafkan saya, Bu. Saya khilaf," kata Herni lirih.
"Khilaf. Enteng kamu bicara," tukas Bu Liani. "Dan Rido ... setan apa yang membuat hatinya menjadi beku? Kalau saja membunuh itu bukan dosa, aku yang akan menghabisi dia."
"Ibu, jangan bicara begitu," sahut Herni.
"Kamu juga bodoh." Bu Liani kembali menyahut. "Alasan cinta, kamu manut saja sama Rido. Cinta macam apa kalau ujungnya cuma mencelakai orang lain dan diri sendiri?"
Hot Chapters