Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mandul

Mandul

Riri tak mau kalah. "Kau jalang! Kau merebut mas Ayus dariku nyatanya dia menyembunyikanmu disini ketimbang membawamu pulang kr rumah! Apa kau pikir kau itu bisa merebut dia dariku? Lihat saja betapa dia mencintaiku. Sampai sekarang bukankah dia tak membawamu pulang bukan? Itu karena kau seorang jalang murahan!" teriak Nisa. "Riri! Pergilah, kau membuat gaduh tempat ini. Aku tak bisa memberikan tempat untuk seorang simpann sepertimu!" kata-kata dari ibu kos membuat Nisa tersenyum penuh kemenangan.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai bibir manis
Baca
+Pustaka
Hati Biru Affa

Hati Biru Affa

Aku menoleh ke arah laki-laki itu. “Dengan Prof Hari atau Prof Murfid, Zul?” tanyaku balik. “Prof Hari. Kan gue ogah sama Prof Murfid. Susahnya kek cari bola sakti,” jawabnya seraya menggibahkan professor legendaris di kampus kami. Sudah rahasia umum mahasiswa bimbingan Prof Murfid bahwa harus ada ‘anak ajaib’ supaya beliau mudah ditemui.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai bibir manis
Baca
+Pustaka
Janji Manis Putra Mahkota

Janji Manis Putra Mahkota

Ucap seseorang yang hanya nampak bayangannya dengan ketus. Terdengar tawa kecil nan halus seorang wanita. Wanita berbibir merah tebal nan menggoda itu menyahut, “jangan terlalu menyalahkannya. Menurutku musuhnya lah yang terlalu kuat. Mereka itu kan anak buah kandidat terkuat raja berikutnya.”
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai bibir manis
Baca
+Pustaka
Manipulasi Manis : Wajah Patuh Hati Licik

Manipulasi Manis : Wajah Patuh Hati Licik

Isabella tertegun sesaat, mengenali sosok yang duduk santai di kursi beludru itu. Pria ini lagi?. Namun, keterkejutan itu tidak lantas membuatnya gentar. Alih-alih mundur, sebuah seringai tipis bermain di bibirnya. "Memang," jawab Isabella dengan nada tenang. "Sudah lama"
755 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai bibir manis
Baca
+Pustaka
Bunga Biru

Bunga Biru

“Alira.” “Iya?” “Tidak semua hal perlu dibicarakan terlalu jauh.” Alira mendesah kecil, meski sudut bibirnya sempat terangkat. “Baiklah. Aku hanya mengatakan apa yang kulihat.” Ia kembali bekerja, merapikan bunga-bunga yang baru datang dari pasar pagi. Ada krisan kuning, beberapa daisy liar, dan tangkai lavender yang masih membawa aroma lembut dari bukit.
10664 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai bibir manis
Baca
+Pustaka
Misteri Cinta di Lokasi KKN

Misteri Cinta di Lokasi KKN

"Bukit Manau salah satu bukit tempat manusia harimau tinggal, di sana ada kerajaan makhluk halus yang cukup besar di deretan pegunungan bukit barisan. Konon katanya jika purnama datang di bukit itu sering ada pesta, seperti pesta pernikahan. Jika ada wanita tercantik akan di jadikan pengantin siluman Harimau. Makanya kalau mandi jangan dekat magrib." "Haaa?" Aku cukup kaget, gini-gini aku masih perawan dan bisa dibilang lumayan cantik. Ih, ini menakutkan. "Hoi, cepat mandinya jangan lama-lama, takut, ih...." Aku berteriak, langsung keluar dari sungai untuk mengakhiri mandi, disusul Murni dan Sarah yang mendengar juga perkataan ibu tadi.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai bibir manis
Baca
+Pustaka
RAHIM PENGGANTI TUAN MANU

RAHIM PENGGANTI TUAN MANU

tanya Bian lagi sembari tersenyum manis, tapi senyumnya terlihat tak ikhlas di mata Manu. “Memangnya kau akan sudi menerima selamat dariku?” Manu menatap datar pria yang tengah mengenakan tuxedo berwarna putih–seragam keluarga pemilik acara, Bimasra. “Pertanyaan yang bagus untuk menyelamatkan dirimu dari rasa malu karena aku tentu tidak akan membalas jabatan tanganmu,” sahut Bian terang-terangan. sampai kapanpun sepertinya kerenggangan yang terjadi di antara mereka tidak akan pernah membaik dari waktu ke waktu.
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai bibir manis
Baca
+Pustaka
Hasrat Terlarang Sang Pelakor

Hasrat Terlarang Sang Pelakor

"Jika satu kata saja sampai ke telinga Sarah, aku tidak akan segan-segan mengusir Bibi hari itu juga tanpa sepeser pun uang pesangon. Dan Bibi tahu, aku bisa melakukan hal yang lebih buruk dari sekadar memecat orang. Mengerti?" Bi Minah hanya bisa mengangguk lemah, lidahnya kelu. Rasa takut kini sepenuhnya mengalahkan rasa moralitasnya. Ia menyadari bahwa pria di depannya ini bukan lagi Andra kecil yang manis, melainkan seorang pria yang telah ditelan oleh nafsu dan obsesi gelap terhadap Sri. Andra kembali berdiri tegak, wajahnya kembali datar seolah tidak terjadi apa-apa. "Sekarang pergilah. Kerjakan tugasmu."
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai bibir manis
Baca
+Pustaka
Cinta Manis Suamiku

Cinta Manis Suamiku

Bibi dengan langkah panjang mendekati Raynar dengan wajah tegang. “Bapak baik-baik saja?” tanyanya dengan nada khawatir. Sepertinya, tadi Bibi melihat bibir Brian berdarah. “Bapak membutuhkan sesuatu?” “Bibi tolong ambilkan minuman untuk saya. Maksud saya, air putih. Dan jangan katakan kepada Lentera apa yang baru saja terjadi.” Sayangnya, permintaan Raynar yang terakhir itu tidak bisa terwujud karena Lentera tiba-tiba muncul dan berjalan mendekati Raynar dan Bibi. Langkah kaki Lentera membuat Bibi menoleh.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai bibir manis
Baca
+Pustaka
Sisi Liar Mas Nanang

Sisi Liar Mas Nanang

SREEET! Begitu kain itu ditarik turun, Permen milik Nanang langsung melesat bebas, menjulang tegang, panjang, dan berurat. Rasa penasaran Elisa seketika terbayar tuntas. Matanya membelalak tak percaya menatap aset Nanang yang luar biasa. “Gila, Mas! Pacar aku saja nggak sebesar ini... mantan Suamiku apalagi, jauh banget! Ini mah namanya Permen afrika, Mas!” seru Elisa dengan napas yang mulai memburu.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai bibir manis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status