Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Brak Brak Brak Hahahaha “Maneh teh sabenerna mah leuwih kuat tibatan para makhluk anu nyieun perjanjian jeung jelema di Gunung Sepuh, make kaelmuan anu aya dimaneh ayeuna teh sabenerna mah bisa jang nyieun maneh leuwih kuat. (Kamu itu sebenarnya lebih kuat daripada para makhluk yang melakukan perjanjian dengan manusia di Gunung Sepuh, dengan keilmuanmu yang sekarang sebenarnya bisa membuatmu lebih kuat. )”
9.8683.6K viewsCompletedAdded to Library 15.0K Times as bidak
Show Reviews (174)
Read
+Library
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Read All Reviews
Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Aroma pedas menyengat memenuhi ruangan. Kevin menutup hidungnya. "Apa ini? Baunya sangat menyengat!" "Ramuan Panas Ekstrem," jawab Bima sambil terus mengaduk. "Dirancang untuk membakar Racun Pembeku Meridian dari dalam tubuh." "Apa tidak berbahaya untuk pasien?" tanya Kevin khawatir. "Aku tahu takarannya," jawab Bima yakin. "Percaya saja padaku."
104.1K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as bidak
Read
+Library
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

“Walah, Den Bagus nanya apa ngeledek nih? Gendon udah bikin pil Anti Lebah Hitam. Kabut beracun mah lewat, asal jangan kabut asmara aja. Kabut asmara dek Candrika lagi tebel-tebelnya.” Candrika yang sedang merapikan bekal makanan hanya bisa mendengus pelan, meski sudut bibirnya terangkat sedikit. “Simpan bualanmu itu, Ndon. Fokuslah pada perjalanan. Jika Bukit Batu Suci adalah markas utama Tedung Sukma, maka lawan kita kali ini bukan sekadar pengawal tumenggung yang penakut.”
928.3K viewsCompletedAdded to Library 679 Times as bidak
Show Reviews (25)
Read
+Library
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Read All Reviews
Pengantin Kedua Janardana

Pengantin Kedua Janardana

tanya Arudra, sesaat setelah tawanya menghilang. "Aku juga baru ingat sama bubuk itu," sahut Zein. "Sebenarnya itu bubuk apa, Bang?" "Bidara, kucampur merica dikit." "Terus dibacain doa?" "Enggak perlu. Bubuk bidara sudah sangat manjur buat menangkal guna-guna." Arudra manggut-manggut. "Harusnya sejak dulu aku cerita soal hubungan kami ke Abang. Mungkin aku bisa lepas dari jeratannya."
8.59.0K viewsCompletedAdded to Library 286 Times as bidak
Read
+Library
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

"Oh ... uh ... iya, Pak. Sangat ... mengesankan." Pak Badar tersenyum tipis. Pria itu berdiri. Lengan bajunya kembali menjerit menahan beban ototnya. Ia berjalan ke rak kayu gelap itu dan mengambil dua botol tester tanpa label. "Ini 'Gelora Makkah'. Ini 'Terik Andalusia'," katanya sambil mengoleskan cairan itu ke dua kertas tes. Jantung Dimas berdegup kencang. Pil, bertahanlah! Kuatkan dirimu!
1.1K viewsCompletedAdded to Library 30 Times as bidak
Read
+Library
Terpaksa Menjadi Istri Pengganti

Terpaksa Menjadi Istri Pengganti

ucapku lirih. Asisten Bisma terkekeh dan memberikan aku sebuah botol yang berisi obat angin. “Pakai ini, Nona Anna! Ini untuk mengurangi rasa mual, Nona. Saya tahu, Nona tidak suka dengan bau menyengat minuman berakohol di tubuh Tuan Adam, bukan?” Aku pun segera menerimanya dengan anggukkan pelan. “Terima kasih, Asisten Bisma. Ya, saya memang tidak suka dengan minuman yang berbau hamar atau pun alkohol.”
106.9K viewsOngoingAdded to Library 207 Times as bidak
Read
+Library
SENDIAKALA

SENDIAKALA

"Jangan khawatir, Azara. Semua keluarga kita sangat baik hati. Kamu hanya perlu menjadi dirimu sendiri saja. Selain itu, mama menyuruh kita untuk menyiapkan hidangan spesial. Bukankah kamu pandai memasak? Bisa jadi kesempatan ini untuk menunjukkan keahlianmu." Seharusnya Risam akan ikut membantu mereka bersiap, namun ia masih belum kembali dari perjalanan keluar kota. Jadi, Azara dan Aiza bekerja sama dengan Bu Siti untuk menyiapkan berbagai hidangan lezat. Azara mengambil peran utama dalam memasak—ia membuat gulai kambing dengan bumbu yang diracik sendiri, ayam bakar dengan bumbu kuning yang gurih, sayur asem dengan rasa yang pas, serta berbagai jenis lauk pendamping lainnya. Bahkan, ia jug
575 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as bidak
Read
+Library
Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Beni berhenti mondar-mandir. Matanya menyipit. "Silver Nature?" Maya mengangguk pelan. "Aku tidak tahu benda apa itu." Beni merasakan dadanya berdesir. Silver Nature adalah obat terlarang yang pernah ia selidiki dengan Nadia. "Maya," suara Beni mendadak rendah, "apa kau tahu nama perusahaan Bagas?" Maya mengerutkan kening. "Sinar... Sinar Abadi? Atau Sinar... Ah, aku lupa. Kenapa?"
104.5K viewsCompletedAdded to Library 170 Times as bidak
Read
+Library
ADNAN, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat

ADNAN, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat

PILIH ITEM UNTUK DIGUNAKAN. Ia dengan cepat menyentuh opsi Potion Pemulihan 30%, dan seketika sebuah botol kaca kecil berwarna hijau muda muncul di tangannya, dengan label yang hanya bertuliskan "PEMULIHAN KANKER OTAK" dan satunya lagi. "PEMULIHAN DIABETES". Tanpa ragu lagi, Adnan membuka tutup botol dan meneguk isi potionnya dengan cepat.
107.1K viewsCompletedAdded to Library 205 Times as bidak
Read
+Library
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

“Mau kau apakan sampah ini?” “Bukan sampah, Bah,” kata Radit. “Ini… katalis.” Radit tidak menyalakan api. Ia meletakkan semua bahan itu di atas sebuah batu cekung. Ia kemudian mengaktifkan skill-nya. `[Mengaktifkan Skill: Perangkap Rasa Level 1]`
1.1K viewsCompletedAdded to Library 24 Times as bidak
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status