Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mainan Baru Tuan Montevista

Mainan Baru Tuan Montevista

Pun kehadirannya yang konstan juga menenangkan sisi diriku yang dulunya trauma dan takut ditinggalkan. Sambil bekerja, Axel juga membantuku secara tidak langsung. Contohnya soal pendaftaran merk dagang. “Keisha. Kau harus mendaftarkan merek dagang ‘The Montevista Baker’ di tiga negara sekaligus. Dan Raka, kamu harus menggunakan platform Montevista logistik untuk pengiriman premium. Itu akan menghemat biaya.”
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
ARFESO

ARFESO

Ashima Aurelie | Keburu meninggal si Satya Satya Lucifer | Dasar kalian untung orang Zacky Bagaskara | Eits, siapa bilang kita manusia bukan orang Satya Lucifer | Oh Rafael Alfa | Owh Reza Adhiyaksa | Ouh Mars Mark | O Asif Wicaksana | Buset itu O atau 0 Anda | Donat itu Rafael Alfa | Donat rasa apa Fel Anda | Cookies and cream, vanilla,strawberry, cokelat Asif Wicaksana | Buset kecil- kecil makanya banyak Satya Lucifer | Baru tempe nih human dari kecil Feli porsi boy makanya kagak ada sisi feminin Anda | Bilang mama loe dong Sat Satya Lucifer | Apaan? | Loe mau ke rumah? Anda | Kagak izinin gue buat kunciin loe di gudang 1 hari
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Brak Brak Brak Hahahaha “Maneh teh sabenerna mah leuwih kuat tibatan para makhluk anu nyieun perjanjian jeung jelema di Gunung Sepuh, make kaelmuan anu aya dimaneh ayeuna teh sabenerna mah bisa jang nyieun maneh leuwih kuat. (Kamu itu sebenarnya lebih kuat daripada para makhluk yang melakukan perjanjian dengan manusia di Gunung Sepuh, dengan keilmuanmu yang sekarang sebenarnya bisa membuatmu lebih kuat. )”
9.8682.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.0K kali sebagai bidak
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
D'sparage Je
makin diikutin, perjalanan si Ujang bikin makin penasaran. cuman sedikit saran aja sih, perjalanan Nando untuk menaklukkan seluruh negeri di Alam siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan warna yang berbeda buat pembaca, jadi mampirlah sekali-sekali kalo ada waktu ...
Baca Semua Ulasan
BEDA ISTRI BEDA REZEKI

BEDA ISTRI BEDA REZEKI

Benda tersebut berupa baskom plastik berisi air putih, gelas kosong, plastik kresek, satu tangkai daun bidara, serta alat tumbukan. Tanpa banyak bicara, Pak ustad mengambil daun bidara tersebut sebanyak tujuh helai. Dirinya lantas menumbuknya pada alat tumbukan yang tersedia. Setelah sudah halus, Pak ustad mencampurkan tumbukan itu pada air dalam baskom. Dirinya menuangkan air bidara itu ke gelas kosong yang diminta. "Pak Panji sudah siap?" Pria itu bertanya sekali lagi.
10147.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Aroma pedas menyengat memenuhi ruangan. Kevin menutup hidungnya. "Apa ini? Baunya sangat menyengat!" "Ramuan Panas Ekstrem," jawab Bima sambil terus mengaduk. "Dirancang untuk membakar Racun Pembeku Meridian dari dalam tubuh." "Apa tidak berbahaya untuk pasien?" tanya Kevin khawatir. "Aku tahu takarannya," jawab Bima yakin. "Percaya saja padaku."
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

“Walah, Den Bagus nanya apa ngeledek nih? Gendon udah bikin pil Anti Lebah Hitam. Kabut beracun mah lewat, asal jangan kabut asmara aja. Kabut asmara dek Candrika lagi tebel-tebelnya.” Candrika yang sedang merapikan bekal makanan hanya bisa mendengus pelan, meski sudut bibirnya terangkat sedikit. “Simpan bualanmu itu, Ndon. Fokuslah pada perjalanan. Jika Bukit Batu Suci adalah markas utama Tedung Sukma, maka lawan kita kali ini bukan sekadar pengawal tumenggung yang penakut.”
928.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 672 kali sebagai bidak
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Baca Semua Ulasan
Pengantin Kedua Janardana

Pengantin Kedua Janardana

tanya Arudra, sesaat setelah tawanya menghilang. "Aku juga baru ingat sama bubuk itu," sahut Zein. "Sebenarnya itu bubuk apa, Bang?" "Bidara, kucampur merica dikit." "Terus dibacain doa?" "Enggak perlu. Bubuk bidara sudah sangat manjur buat menangkal guna-guna." Arudra manggut-manggut. "Harusnya sejak dulu aku cerita soal hubungan kami ke Abang. Mungkin aku bisa lepas dari jeratannya."
8.58.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
Liani April
Halo teman2, Harusnya cerita ini tamat hari ini, tapi editorku meminta bukunya diperpanjang sampai Desember. Jadi, kuharap kalian masih mau menemani kisah Tavira dan Darian sampai tamat nanti. Siap2 kisahnya akan makin intens dan baper, so kutunggu komentarmu. Terima kasih banyak sudah membaca~
Aurora Aurora
praaahh bnget, istrinya di kasih bekasan dr si Jalang Delaney ..!!! dr awal ciuman pertamanya buat Sijalang aja bikin MALES BACANYA,!!! jangan² Darian pernah BERTUKER PELUH sama si Jalang Delaney,!! jadi tambah males gw,!! CEO tapi TOLOL, GA BISA TEGAS, GA PUNYA KEBERANIAN UTK LINDUNGIN ISTRINYA
Baca Semua Ulasan
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

"Oh ... uh ... iya, Pak. Sangat ... mengesankan." Pak Badar tersenyum tipis. Pria itu berdiri. Lengan bajunya kembali menjerit menahan beban ototnya. Ia berjalan ke rak kayu gelap itu dan mengambil dua botol tester tanpa label. "Ini 'Gelora Makkah'. Ini 'Terik Andalusia'," katanya sambil mengoleskan cairan itu ke dua kertas tes. Jantung Dimas berdegup kencang. Pil, bertahanlah! Kuatkan dirimu!
824 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
SENDIAKALA

SENDIAKALA

"Jangan khawatir, Azara. Semua keluarga kita sangat baik hati. Kamu hanya perlu menjadi dirimu sendiri saja. Selain itu, mama menyuruh kita untuk menyiapkan hidangan spesial. Bukankah kamu pandai memasak? Bisa jadi kesempatan ini untuk menunjukkan keahlianmu." Seharusnya Risam akan ikut membantu mereka bersiap, namun ia masih belum kembali dari perjalanan keluar kota. Jadi, Azara dan Aiza bekerja sama dengan Bu Siti untuk menyiapkan berbagai hidangan lezat. Azara mengambil peran utama dalam memasak—ia membuat gulai kambing dengan bumbu yang diracik sendiri, ayam bakar dengan bumbu kuning yang gurih, sayur asem dengan rasa yang pas, serta berbagai jenis lauk pendamping lainnya. Bahkan, ia jug
463 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status