Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BUT HER FLY

BUT HER FLY

Ada sesuatu yang tidak bisa Clara pahami, namun rasanya seperti bahaya yang mengintai. "Butterfly," suara pria itu terdengar rendah, hampir seperti bisikan, namun jelas menggema dalam keheningan ruang itu. “Aku ingin sesuatu yang berbeda malam ini. Aku ingin lebih dari sekadar layanan biasa. Kamu tahu apa yang kuinginkan.”
8612 viewsOngoingIdinagdag sa Library 16 Beses bilang blood and butterflies
Read
+Library
RANJANG BERDARAH

RANJANG BERDARAH

"Saya siap!" "Siap!" Niar dan Burhan kembali berpandangan, ketika tanpa sadar melontarkan kalimat bernada sama. Bu Yuli tersenyum kecil dalam diam, sementara sang pimpinan menuntun tangan mereka berdua di atas arang membara yang menguarkan bau kemenyan. Sebuah belati dikeluarkan dari sangkarnya, mengiris masing-masing telapak tangan mereka hingga darahnya menetes membasahi bara arang dalam wadah bersama dengan sesajen lain yang terhidang di atas meja singgasana. Angin berembus kencang, menggoyangkan tiap ranting pohon yang mengelilingi gedung. Tawa nyaring terdengar menggelegar seisi ruangan. Sesosok makhluk jelmaan ular putih muncul tepat di belakang sang pimpinan. Begitu besar, menyeramkan
3.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 133 Beses bilang blood and butterflies
Read
+Library
Blood of the last fairy

Blood of the last fairy

Itu sedikit membuat Barance terganggu. Bola sihir kecil menyala terang. Demian sontak mengerutkan keningnya, Ia langsung meraih bolanya kemudia terpancar bayangan di dalam bola yang berhasil membuatnya menggertak gigi. "Kukira siapa... Ternyata ada serangga. " Demian langsung menggenggam bola kecil itu hingga berubah warna menjadi merah. Ia kembali meletakkan nya di atas meja kerja.
512 viewsOngoingIdinagdag sa Library 18 Beses bilang blood and butterflies
Read
+Library
PELUKAN BERDARAH

PELUKAN BERDARAH

Tangan Vita bergetar hebat, pisau kecil itu terlepas dari genggamannya dan jatuh beradu dengan lantai, menimbulkan bunyi logam yang menusuk telinga. “Ah… ahk!” jeritnya parau, matanya membesar penuh ketakutan. Ia menatap kedua tangannya yang berlumuran darah, tubuhnya gemetar hebat. Nafasnya tersengal, dada naik turun tak beraturan. “Tidak… tidak…” bisiknya lirih, seolah menolak kenyataan. “Apa yang sudah aku lakukan…”
101.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 52 Beses bilang blood and butterflies
Read
+Library
Velvet Bloodline

Velvet Bloodline

"Setidaknya ada lima pria, semuanya mengenakan seragam hitam tanpa identitas. Darah mereka masih segar, mengalir di sela-sela ubin balkon, menguap di udara dingin Edinburgh. Mereka semua mati dengan luka yang presisi—leher yang patah atau jantung yang tertusuk sesuatu yang sangat tipis." ​Belum sempat Theo mencerna pemandangan mengerikan itu, sesosok bayangan muncul dari balik pilar balkon. Seorang gadis semampai, dengan rambut hitam yang berkilau di bawah cahaya bulan, berjalan menyeret satu mayat lagi seolah-olah mayat itu hanyalah karung gandum yang ringan.
10868 viewsOngoingIdinagdag sa Library 18 Beses bilang blood and butterflies
Read
+Library
Fairy Wings: Blood Moon

Fairy Wings: Blood Moon

Akibatnya, angin berhembus mengenai seluruh tubuh wanita itu, hingga menyingkap jubah putihnya. Lantas tangan Helen menutup matanya, untuk menghalau terpaan arus udara. Apa yang terjadi? Bagaimana cara Shin mengibaskan kedua sayapnya? Apakah mungkin tulang manusia dapat mengangkat beban seberat logam titanium?
103.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 63 Beses bilang blood and butterflies
Read
+Library
DARAH SEPASANG

DARAH SEPASANG

Saat Biyung melepaskan tangannya dari mataku. Aku membuka mata lebar-lebar dan melihat hutan luas dengan pohon-pohon yang tinggi menjulang. Aku bisa mencium aroma bunga dan melihat serangga kecil berterbangan. Dari sini, aku tak bisa membandingkan, mana alam nyata dan mana alam gaib. Aku melihat mahluk-mahluk mengerikan yang tengah menjilati darah, tiba-tiba berubah.
106.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 158 Beses bilang blood and butterflies
Read
+Library
Bittersweet

Bittersweet

-PLAGIAT DILARANG MENDEKAT! DIMOHON UNTUK JANGAN MEN-COPY ATAUPUN MENJIPLAK CERITA INI- "aaaaaaaaaaaaaaa" teriak para siswi. "Argghh shhh" ringis Nandara. Nandara terkena bola basket yang melambung keluar dari lapangan. Bola itu tepat mengenai hidungnya hingga berdarah. "Maaf kakk" ucap salah satu juniornya.
103.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 105 Beses bilang blood and butterflies
Read
+Library
Pertunangan Berdarah

Pertunangan Berdarah

Telapak tangan kanan Charlie terluka, darah pun mengalir keluar. Tubuhnya bergetar, matanya yang merah menyala menatapku. Darah terus mengalir dari telapak tangannya hingga ke pisau. Dengan tatapan penuh kebencian, dia menunduk. Wajahnya yang mengerikan mencerminkan jiwa yang sakit. "Yuna, kamu takut tertular HIV, 'kan? Aku akan pastikan kamu tertular dan merasakan penderitaan yang sama denganku!"
6.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 133 Beses bilang blood and butterflies
Read
+Library
Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Dalam sekejap, muncul sebuah adegan yang sangat aneh. Bunga bakung lelabah hitam itu langsung larut saat menyentuh darah. Bagaikan cokelat yang larut, bunga itu menyatu sepenuhnya dalam darah segar. Seiring dengan larutnya bunga itu, darah yang tadinya berwarna merah segar, perlahan-lahan menjadi berwarna hitam.
8.83.6M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 109.1K Beses bilang blood and butterflies
Ipakita ang mga Review (736)
Read
+Library
Panessa Selvia
TAMAT. jadi mnurut kesimpulan saya. luter ditingkatan transendensi roh(tingkatan paling atas kultivasi) sudah ga yg ngusik lagi, sudah bagaikan dewa. makanya dibuat hidup tenang diakhir crita. tpi masih gantung, ayahnya di atlandia masih hidup/wafat? dan Bianca tau GK luter=Gerald Bennet?
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status