KUTUKAN DARAH EMAS
Dalam sekejap mata, mawar itu membesar, ukurannya melampaui pepohonan di sekitarnya, terus membesar hingga sebesar bukit, lalu sebesar gunung.
Sage Tombak berteriak putus asa, namun suaranya tertelan oleh aura mawar yang maha dahsyat. Dalam sekejap mata, segalanya lenyap. Pohon-pohon, batu-batu, bahkan tanah tempat mereka berdiri, semuanya hancur menjadi debu.
Yang tersisa hanyalah Kael dan Lyli, serta bau daging hangus yang memuakkan yang memenuhi udara. Malam telah tiba, bintang-bintang bertaburan di langit yang gelap gulita.
Sikat na Kabanata