Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bertukar Tubuh dengan CEO Tampan

Bertukar Tubuh dengan CEO Tampan

Dia pun bergegas menuju ke sebuah kafe yang berada di seberang stasiun. Sama seperti stasiun, kafe yang menjajakan berbagai jenis kopi dan cemilan itu juga buka 24 jam. Itu bukan kedai kopi besar, hanya sebuah kedai minimalis yang setiap pengunjung diharuskan melayani dirinya sendiri. Dan Feng Siyu sangat menyukai tempat ini, karena dia tidak harus atau perlu bersinggungan dengan orang lain.
106.8K viewsCompletedAdded to Library 210 Times as break time cafe
Show Reviews (17)
Read
+Library
Oei Monica
Halo guys! Mau kasih pengumuman, mgkn ada yg bingung lihat judul bab dobel. Ada yg pakai angka dan tidak. Sbnarnya aku sedang revisi bbrapa bab. Untuk bab yang ada nomornya, itu sudah lolos revisi ya... sedangkan bab tanpa nomor, sudah aku revisi... tapi blom lolos. Mungkin besok senin atau selasa..
DUCATI MONSTER
Tukang drama di novel ini? LU DONG Tukang selingkuh di novel ini? LU DONG Mertua kejam di novel ini?LU DONG Ayah dan suami kikir di novel ini? LU DONG Pria serakah di novel ini? LU DONG Yang pengecut juga LU DONG! Kabur cuy! wkwkkk Cepat Thor bikin mampus nih orang!
Read All Reviews
BASTARD IN THE BUS

BASTARD IN THE BUS

Kalau kamu tak ingin larut dalam kemacetan Jakarta, tunggulah di Three Times Coffee, begitu katanya. “Hei Sarita, gimana kalau nanti sore kita ngopi di kafe sebelah gedung kantor?” “Kita pernah kesana bukan? Namanya apa deh?” “Three Times Coffee.” “Nah…yuk.” Memasuki lift, Lisa dan Sarita keluar di lantai berbeda. Lisa sudah mulai memegang brand baru, jadi ia menempati ruang baru juga yang letaknya satu lantai di atas lantai tempat kerja Sarita. Begitu duduk, Lisa larut dengan pekerjaannya hingga mengabaikan beberapa pesan di ponsel.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as break time cafe
Read
+Library
Rest Area

Rest Area

Kalau aku mangap dikit, pasti ilerku juga berjatuhan bagai hujan deras. Sekitar pukul sepuluh, barulah kami bisa bernapas. Aku duduk dengan nyaman sekaligus mengistirahatkan kakiku yang terasa pegal selepas mondar-mandir. Aku sampai lupa mengamati sekeliling kantor ini. Baiklah, kantor ini ukurannya agak besar. Cuma bangunannya dibagi dua dengan Bank Mandiri di samping kanan. Ruangan ini didominasi dengan warna putih. Bukan cuma tembok yang bercat putih, tapi mejanya juga warna putih. Meja yang ditempati karyawan memanjang dan terbagi dalam tiga sekat. Tiap meja ada komputernya dan ada lacinya buat menyimpan uang. Selain memanjang ke samping, mejanya juga memanjang ke belakang. Aku bingung m
1011.6K viewsOngoingAdded to Library 346 Times as break time cafe
Read
+Library
Devil Bodyguard (INDONESIA)

Devil Bodyguard (INDONESIA)

setelah memarkirkan mobilnya, Ia pun langsung berjalan masuk kedalam dan langsung mendapati Farel sedang menuangkan minuman pada seorang tamu. Walaupun saat itu masih pagi, tapi karena peraturan baru cafe tersebut sudah diubah yaitu buka 24 jam, Farel pun harus membagi sift dengan teman-temannya dan sekarang ia kedapatan shift malam yang nanti akan diganti sekitar pukul 9 pagi. " Pagi bro! Lecek amat tu muka.." tanya Ervin. "Sialan lo! Ngantuk gue! Dari semalaman, no mantan kekasih Lo noh! gangguin gue aja." ucap Farel sambil menunjuk sebuah sofa dengan tangannya.
1076.6K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as break time cafe
Read
+Library
Breakfast at Midnight

Breakfast at Midnight

Pintu sudah tertutup, James membuka bajunya yang sudah penuh keringat, kemudian menyalakan shower dan menikmati hamburan air yang berjatuhan dari pancuran air metal tersebut. “Thought it was packed this morning er noon. Jam setengah sebelas sudah siang kan, ya?” “Siang. Apparently not. Kita beruntung antrian tidak sepanjang biasanya. Mungkin karena jam tanggung.” Dengan spesialis bread sandwich, bisa untuk menu sarapan dan makan siang. Camelot’s ialah kedai quick bites yang terpencil terletak di Covent Garden. Harganya sangat terjangkau dengan kualitas rasa yang menakjubkan, belum lagi setiap pembelian mendapat free soup. Karena kedai amat kecil, tidak ada dine-in di tempat. James dan Jake s
84.7K viewsCompletedAdded to Library 125 Times as break time cafe
Read
+Library
Between Revenge and Love

Between Revenge and Love

Kedatangan Pak Leo disadari oleh pemilik cafe. “Halo, Kapten.” Max menghampiri dan menyapa Pak Leo dengan wajah sumringah. Max adalah pemilik Barry Cafe. Barry sendiri diambil dari nama belakangnya, Maximus Barry. “Halo, Max. Tumben cafemu belum ramai.” Pak Leo menyisir seluruh ruangan dan melihat bahwa hanya ada beberapa meja yang digunakan pengunjung, termasuk dirinya. Max tersenyum. Dari senyumnya itu, ia menduga kalau Pak Leo memang belum mengerti jam ramai dan jam santai di cafenya. “Masih jam 11, Kapten. Mungkin sebentar lagi, cafe ini akan penuh.”
106.4K viewsOngoingAdded to Library 146 Times as break time cafe
Read
+Library
My Mafia

My Mafia

Dan uang tabungannya itu jelas tidak sedikit. Hei, Caesaria tidak akan menjadi orang miskin di negara ini. *** One Fifteenth coffee. Itu adalah nama cafe yang Caesar tujui. Tempatnya sangat cocok untuk duduk sejenak sambil minum segelas kopi panas. Caesar masuk ke dalam cafe lalu duduk di meja yang berada di pojok. Setelah itu, datang seorang pelayan membawa buku dan pena untuk mencatat pesanan. Caesar membaca semua menu dalam buku lalu mengatakan pesanannya, "Hot Cappucino dan scrambled eggs. "
104.1K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as break time cafe
Read
+Library
Pengantin Pengganti untuk Presdir Lumpuh

Pengantin Pengganti untuk Presdir Lumpuh

Cocoa Cafe Melissa mengaduk es coklat di hadapannya dengan tidak semangat. Pagi ini dia meminta izin pada Raga untuk tidak bekerja. Dia sudah berjanji akan menggantinya dengan kerja lembur nanti, atau bila Raga akan memotong gajinya sekalipun dia tidak peduli. Yang ia butuhkan sekarang adalah menyendiri dan membuat pikirannya tetap waras. Cocoa Cafe terlintas begitu saja di kepalanya. Dia suka dengan situasi kafe ini.
917.8K viewsOn holdAdded to Library 533 Times as break time cafe
Read
+Library
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

Saya hanya kepikiran mungkin saja karyawan cafenya terjebak macet. Tak ada balasan lagi dari Bryan. Mungkin saja pria itu tengah menikmati santapan yang dibayar secara cuma-cuma oleh Marvel itu dengan keluarga kecil Grace. *** "Om, kita pulang yuk. Capek," kata Grace seraya memijit dahinya sendiri. Marvel menganggukkan kepala lalu membawa tas gadis itu lalu mereka berjalan beriringan keluar dari cafe. Sekarang pukul 10 pagi, berarti mereka menghabiskan waktu 2 jam di cafe hanya untuk sarapan. Marvel membelokkan mobilnya menuju mall.
1046.5K viewsOngoingAdded to Library 975 Times as break time cafe
Read
+Library
Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

ternyata memang pintar berbisnis lelaki di sebelahnya ini. "Ayo, Masuk! Cafe ini masih sepi kalau jam segini. Tapi asal kamu tahu cafe ini buka 24 jam, dengan tiga kali shif kerja. Rata-rata yang kerja di sini adalah mahasiswa yang bekerja paruh waktu." "Oh?" Dhea mengedarkan pandangan pada interior cafe yang cukup apik dijadikan spot foto. Cafe masih terlihat sepi, di meja paling ujung seseorang melambaikan tangannya mengarah kepadanya.
9.9270.1K viewsCompletedAdded to Library 5.4K Times as break time cafe
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status