Cincin Palsu Dari Suamiku
tanyanya setelah berdiri di dekat pintu, kepalanya menunduk hingga mata kami pun saling bertemu.
"Mau buket bunga, Mbak."
"Bunga apa, Mas?" tanya wanita itu.
"Bingung, Mbak. Mbak saja yang milih."
"Untuk pacar, Mas?" Aku mengangguk, tersipu malu.
"Tunggu sebentar, ya, Mas," ucap wanita itu lalu kembali ke toko bunga.
Duduk seraya mengamati bebagai bunga dari dalam mobil. Bunga dengan beranekaragam bentuk dan warna begitu indah di mata. Tak sabar memberikan bunga itu pada Zahra. Dia pasti menyukainya.
Hot Chapters