Pernikahan Penuh Luka
Ingin jujur, tetapi takut membuka luka baru.
“Mas,” ucapku akhirnya, suaraku tenang tapi tegas. “Kalau kamu ingin benar-benar berubah, kamu harus berani menyelesaikan masalahmu Bukan lari darinya.”
Bara terdiam. Ia mengangguk perlahan, seolah mengerti maksudku.
Di dalam hatiku, aku tahu perjalanan ini belum selesai. Masih panjang, masih penuh ujian. Dan aku harus kuat bukan hanya untuk Bara, tapi untuk diriku sendiri.