Ibu Susu Bukan Pengganti
ita itu dan berkata, "Non, bantu bikin kopi buat Tuan Emas ya,"Beliau mengerling dan lanjut berkata dengan tersenyum penuh arti, "Tuan Emas biasanya suka yang pekat dan gula hanya satu sendok teh."Denada mengangguk lalu menyiapkan kopi hitam di cangkir porselen dan menuangkannya dengan hati-hati. Asap mengepul, tercium di hidungnya. Sangat wangi lalu cangkir itu ditutupnya dan wanita itu membawa kopi yang dialasi oleh piring kecil, menuju ruang makan.Setelah sampai di ruang makan yang megah, dia meletakkannya di atas meja makan, tempat Emas biasa duduk. Beberapa menit kemudian, suara langkah kaki berat terdengar. Pria itu datang dengan pakaian kantor yang tadi dipilihnya. Wajahnya tegas, ram