Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Janji Setia

Janji Setia

Tidak jauh hanya dua puluh langkah, tempat penjualan kopi itu sudah buka dan mereka bertiga pelanggan pertama. Sang guru yang membayar, agar lebih mudah masuk dalam pembicaraan. Sebab ada sedikit teori bahwa kopi bisa membuat pikiran orang lebih tenang. Tiga cangkir kopi berbuih yang baru matang dari atas pasir panas datang. Mata Nuwa membesar, jangankan kopi, teh saja, apalagi susu Nuwa tak ingat kapan meminumnya. “Cobalah,” ujar Zulaikha. Nuwa mengangkat cangkir itu. Ia sesap kopi dengan cita rasa sangat kuat, lalu tersenyum.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai buku besar peminum kopi
Baca
+Pustaka
Cinta Terlarang Sang Mafia

Cinta Terlarang Sang Mafia

"Ok, Isabella. Apa boleh kita mulai sekarang?" Isabella tersenyum gugup, "Oh iya boleh." Brian tampak menggulung lengan kemejanya setengah sebelum mengambil toples berisi biji kopi berwarna coklat gelap. "Ini biji kopi Arabika. Biji kopi Arabika sering dipakai untuk membuat espresso karena rasanya lebih kompleks dan aromatik." Isabella menganggukan kepalanya. "Oh, begitu. Apa buat espresso hanya bisa pakai biji kopi Arabika?" tanya Isabella yang penasaran.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai buku besar peminum kopi
Baca
+Pustaka
Proyek alpha: bayang bayang kebenaran

Proyek alpha: bayang bayang kebenaran

Gio benar. Aku menyewa ojek motor, membayar tunai, dan meminta diantar ke alamat yang tertera di pesan Gio. “Rumah Kopi Tua” ternyata adalah sebuah kafe kecil yang tersembunyi di balik barisan toko buku bekas yang usang, dekat dengan kampus tempat Profesor Bayu mengajar. Tempat itu gelap, lembap, dan berbau kopi yang terlalu kental dan kertas yang berjamur. Tempat yang sempurna untuk pembicaraan rahasia.
667 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai buku besar peminum kopi
Baca
+Pustaka
Perempuan Kopi

Perempuan Kopi

“Airin suka kopi. Dan, kamu sekarang mencoba minum kopi. Kamu rindu aroma kopi yang biasa diminum Airin atau… kamu rindu sama Airin.” Sandy seolah tertampar. Mencoba kopi atau ia tengah rindu aroma kopi? Aroma kopi itu adalah perwujudan Airin. Perempuan yang acap kali menghabiskan waktu dengan berdiri di sisi jendela dapur, sambil membawa secangkir kopi, dan mata indahnya menatap kosong ke arah jalan.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai buku besar peminum kopi
Baca
+Pustaka
Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder

Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder

Chris melirik air mineral yang dingin itu, lalu bertanya kepada asisten, "Ada kopi panas?" "Oh, ada. Tunggu sebentar." Asisten bergegas menyiapkannya. Graham mencibir dan melirik Milla dengan tatapan menyindir. "Pamanmu ini cukup pintar bergaya!" Setelah itu, Graham membawa Milla melihat buku yang baru-baru ini ditulisnya. Buku itu merangkum berbagai wewangian yang telah dia formulasikan selama bertahun-tahun. Milla membaca dengan penuh kekaguman, sampai tiba-tiba mencium aroma kopi.
10121.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai buku besar peminum kopi
Baca
+Pustaka
Idol's Secret Housemate

Idol's Secret Housemate

Peristiwa ini sedikitnya mengajarkan Yuhwa, ada pepatah yang menyebut 'Air susu dibalas dengan air tuba', dan Hans adalah salah satu spesies di muka bumi yang mendasari pepatah tersebut diciptakan. Sepertinya Hans cukup menyukai kopi. Atau bahkan sangat menyukai kopi. Sementara salah satu kabinet dapur di isi penuh oleh bungkusan mie instan dan dua kabinet lainnya berisi peralatan memasak, tiga kabinet sisanya dihadiri oleh jajaran biji maupun bubuk kopi dari berbagai macam negara. Peralatan membuat kopi yang dimiliki sang pria Lee juga terbilang lengkap, tentu saja. Mulai dari penggiling biji kopi di dekat keran cuci piring, bahkan alat pembuatan kopi manual dan juga otomatis yang tersebar
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai buku besar peminum kopi
Baca
+Pustaka
Get Me Loose

Get Me Loose

“Ini kelihatan panas banget, Cakra. Kamu mau membakar mulut saya!?” “Kan bisa ditunggu dingin dulu, Bu.” “Terus kapan saya minumnya? Tunggu Indonesia jadi negara maju!?” “Kalau gitu nanti kopinya udah jadi prasasti, Bu.” “Kamu nyuruh saya jadi fosil dulu cuma buat minum kopi!?”
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai buku besar peminum kopi
Baca
+Pustaka
Stuck Marriage

Stuck Marriage

Di usia nya yang masih terbilang muda, dia sudah menjadi CEO atau pimpinan di sebuah penerbitan buku terbesar di Indonesia, mempunyai satu mall terbesar juga di Indonesia, dan mempunyai 10 cabang kopi shop alias kaffe di beberapa kota besar di Indonesia. For your information kafe yang saat ini mereka gunakan adalah kafe milik Rigel yang berada di Bandung. Dibalik kesempurnaan Rigel, Tuhan juga memberikan sebuah kekurangan agar dengan segala kelebihan yang Rigel miliki, dia tidak sombong. Dan itu menjadi sebuah pelajaran bagi kita, agar selalu mensyukuri apa yang kita punya, tidak selalu membandingkan atau menginginkan kehidupan milik orang lain.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai buku besar peminum kopi
Baca
+Pustaka
Perjanjian Menikahi Bilioner Lumpuh

Perjanjian Menikahi Bilioner Lumpuh

imbuh William. “Oh. Itu sebabnya Tuan Muda Frederix begitu candu pada kopi. Mungkin karena beliau membutuhkan kafein tinggi untuk beraktifitas malam.” “Kamu memperhatikan juga? Iya betul, Fred memang pecandu kopi. Seharian ia bisa meminum sampai lima gelas kopi bahkan kadang lebih.”
10162.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai buku besar peminum kopi
Baca
+Pustaka
TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA

TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA

Di satu sisi, rak buku raksasa menjulang hingga nyaris menyentuh langit-langit, berisi buku-buku hukum dan strategi bisnis yang tersusun dengan presisi mengerikan—berdasarkan ukuran dan gradasi warna tanpa setitik debu pun. Langkah kaki Isabela tenggelam sepenuhnya dalam kelembutan karpet Persia gelap yang meredam setiap suara, seolah ruangan ini memang didesain untuk menyerap keributan dunia luar. Pandangannya tertuju ke tengah ruangan, tepat pada meja mahoni hitam pekat yang berdiri angkuh seperti sebuah monumen. Di sana, sebuah laptop masih terbuka dan secangkir kopi hitam masih mengepulkan uap tipis. Pria itu baru saja ada di sini.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai buku besar peminum kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status