Terjebak di Tubuh Istri yang Tak Dicintai
Dihidangkan makanan ke kamar setiap pagi, dilayani pelayan, tinggal di rumah sebesar istana… Tapi kenapa rasanya justru sesak?
Aku mengambil roti dan menggigitnya perlahan. Di tengah kunyahan, mataku menangkap sesuatu. Sebuah buku kecil, agak lusuh, tergeletak di sudut meja rias. Sampulnya kulit cokelat dengan pinggiran sedikit sobek.
Aku mendekat, jantungku berdetak lebih cepat. Buku harian.
Tanganku gemetar saat membuka halaman pertama. Tulisan tangan yang rapi dan anggun memenuhi kertas.