Jangan Dikeluarin Dulu, Dok!
Mas Authorcatatan harian naylanayla nayladi atas ranjang dokter 21 tamatdibalik gamis nayla
Meski lelah, Nayla tetap mengangguk.
“Baik, pesanan akan saya siapkan.”
Telepon langsung terputus.
“Orang-orang ini ya, kenapa sih selalu mendadak kalau pesan bunga?”
Ia segera merangkai peony soft pink, daisy putih, dan baby’s breath hingga menjadi buket yang elegan. Setelah dibungkus rapi, Nayla pun berangkat mengantarkannya dengan motor.
Di tengah perjalanan, perutnya berbunyi.
Beliebte Kapitel