Pembalasan Sang Dokter Jenius
Andrea sedikit tersentak, bukan karena sakit, tapi karena sentuhan itu terasa begitu mengejutkan namun juga menenangkan.
Jari-jari Joko bergerak dengan kelembutan seorang ahli. Ia tidak memijat atau mengurut dengan kasar. Ia hanya menyentuh, seolah sedang membaca kondisi di bawah kulit dengan ujung jarinya. Ia bisa merasakan dengan jelas di mana letak ligamen yang sedikit tergeser, di mana pembengkakan paling parah terjadi.
Ia menempatkan ibu jarinya di satu sisi pergelangan kaki, dan jari-jari lainnya di sisi yang lain, memegangnya dengan mantap namun lembut.