Pelukis Buta Milik Sang CEO
“Mbak daftar via whatsupp terlebih dahulu di nomor admin. Lalu nanti akan ada format seperti harus mengisi nama dan lain-lain. Jika Mbak bawa ponselnya, saya akan bantu. Pameran akan dibuka satu jam lagi, pukul sepuluh.”
“Oh, begitu ya,” sahut Zaara terdengar lirih. Dia sedih karena tak memiliki ponsel. Ada ponsel milik Fatimah di rumah. Dia juga tidak hafal nomor ponsel Fatimah. Dia hanya mencatatnya di sebuah buku kecil yang kebetulan tidak dibawa olehnya. Akhirnya dia teringat Mae dan akan meminta langsung untuk bisa menemui Mae. Menyelam sembari minum air.
“Mbak, saya punya teman namanya Mae. Dia salah satu pelukis yang karyanya dipamerkan di sini. Bisakah Mbak menghubunginya?”
ตอนยอดนิยม