Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Lover is Cheating

My Lover is Cheating

“Baru juga dibikin seneng. Udah dibikin kesel lagi!” “Hehe.” “Dih! Malah nyengir?!” “Gimana atuh? Joget-joget gitu biar kamunya seneng?” Ibu langsung memasang kuda-kuda, tapi tangannya justru meliuk-liuk. Ha-ha. ***
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Paman Untuk Ibuku

Paman Untuk Ibuku

“Kenapa Leon gak belajar nulis?” “Udah. Kan dulu Ayah sempet ngajarin Leon.” “Jadi Leon sekarang udah bisa nulis?” Leon menggeleng, lemah. “Belom Bunda, bisa dikit-dikit.” “Gak papa. Masalah nulis gampang, ada aku.” Celetuk Sebastian di antara mereka. Leon langsung menoleh dan berseru senang. “Ini cake terbaru?” “Iya. Aku sengaja bikin dulu disini sebelum aku buat di toko besok. Mau minta pendapat.”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Fur Lyra - Yang digariskan untuk hancur

Fur Lyra - Yang digariskan untuk hancur

Aku benar-benar tidak tau. Tapi cara Ibu menatapku seperti bukan bertanya apakah aku mau melakukannya atau tidak. Dari tatapannya itu, Ibu sebenarnya sedang memintaku membuat susu untuk bayi mungil di gendongan Saverio. Jadi aku tidak heran saat selanjutnya Ibu membujukku dengan mengatakan, "Ibu beri tau cara membuatnya." "Uhm, oke." Ragu, aku mendekat. Memegang botol bayi yang sudah disteril.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Anak Keponakanku

Ibu Susu Anak Keponakanku

"Kue, Ma. Mama mau?" "Kamu beli bukan buat Mama, kan?" Arka hanya tersenyum tipis. Ia tau ibunya peka untuk satu hal ini. Tapi ia sungguh tak ingin membuat Rindu kesulitan lagi, apalagi berniat pergi. Akan sulit baginya kalau Rindu pergi, hanya karena dirinya yang tidak bisa menahan diri.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Untuk Anakku

Menjadi Ibu Untuk Anakku

Menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pilu. Mikail melangkah maju, menangkap kedua pundak Megan dan mengangkat wanita itu berdiri dengan kedua kakinya yang melemah. Menggoyangnya dan memaksa wajah Megan menatapnya. ‘Katakan, Megan?’ ‘A-aku … aku tak siap menjadi seorang ibu, Mikail.’ Mukut Mikail menganga. Kehilangan kata-kata akan jawaban Megan yang sunguh konyol. ‘Kau tidak siap?’
1016.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 451 kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Kau Buang Aku, Kunikahi Bosmu

Kau Buang Aku, Kunikahi Bosmu

Batinnya. "Ibu, Engkau telah berjuang serta mempertaruhkan nyawa demi melahirkan aku. Tak peduli seberapa besar rasa sakit serta pengorbanan yang harus dilakukan, Engkau tetap menyayangiku dan juga merawatku hingga tumbuh besar. Ibu, kuatkanlah bahumu serta lapangkanlah dadamu agar bisa terus mendukung anakmu. Ibu, Engkaulah Bidadariku!" Isi puisi yang baru saja dibacakan oleh Putri, terasa begitu mengharukan dan berhasil menggetarkan hati kecil Siti. Tanpa sadar air mata kini mulai menggenang di pelupuk mata Siti.
9.3461.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.2K kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Para Pencari Kunci

Para Pencari Kunci

Kehidupan keras dan dikelilingi para lelaki di tempat pelatihan membuatku lebih waspada soal asmara. “Ibuku juga suka sastra. Kadang aku baca puisi waktu senggang. Hanya puisi yang kusuka. Karena pendek dan indah. Ibuku pernah coba-coba menulis. Dia penulis handal sebenarnya. Namun karena miskin, waktunya habis karena mengiris bawang.” “Aku kenal beberapa sastrawan tukang sindir,” ujarku sembari nyengir.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Mertua Jahat Tak Tahu Aku Kaya

Mertua Jahat Tak Tahu Aku Kaya

Mbak Yuni bangun dari duduk dan mendekati ibu serta menunjukkan hasil pencarian di ponsel yang barusan ia temukan. Ibu melihat ke layar ponsel yang terpampang di depannya. Jika, barusan bibir beliau menyunggingkan senyuman sinis, kali ini pelan-pelan senyum sinis itu memudar, berganti binar-binar kekaguman yang tidak bisa disembunyikan. "Jadi...ka-mu seorang pe-nulis?" tersendat ibu bertanya padaku. Mulut beliau yang sedari tadi mengulas senyum mengejek, sekarang berganti dengan tatapan takjub.
10115.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Saudara Rasa Orang Lain

Saudara Rasa Orang Lain

Allahu Rabbi. "Wah banyak sekali, Bu? Ibu butuhnya untuk kapan? Tapi saya bingung, apa saya bisa membuatnya? Karena saya kan cuma sendiri yang membuat," aku menunduk, karena bingung mau jawab bisa, takutnya malah nggak kekejar. Mau jawab nggak, tapi kok sayang untuk melewatkan kesempatan ini.
7.710.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status