Rimba Memburu Senala
Si Manis di bahunya tampak ikut cemberut, meniru ekspresi tuannya.
Raut Mamak Jambul seperti raut wajah yang baru saja menyadari bahwa si Culun yang dimaksud Senala adalah Rimba Rangkuti, murid Calistung. Tidak lama setelah itu, tangan Mamak Jambul mendorong-dorong bahu Senala agar mendekati Rimba.
“Kenapa harus dia lagi, sih?” gumam Senala dengan bibir mengerucut.
Namun Rimba tetap berdiri mematung. Pandangannya tak lepas dari gadis itu. Takut dia akan menghilang begitu saja. “Aku ..., tidak menyangka bisa bertemu kamu lagi. Di sini ..., dari semua tempat.”
ตอนยอดนิยม