Ethernal Hopes Of The Moon
Segera aku masuk ke dalam rumah dan membersihkan diri.
Aku tengah berdiri di depan cermin, memoles bibirku dengan pelembab yang cukup untuk menutrisi kulit agar tidak kering, lalu menambahkan sedikit perona di lapisan luarnya. Warna alami karena aku tidak suka sesuatu yang terlihat mencolok. Yah, aku jarang menggunakan make up. Hanya sesekali ketika bepergian, itu pun hanya sekadar poles tipis agar tidak terlalu pucat. Kulitku bukan jenis yang putih seperti orang kauksia. Sawo matang selayaknya perempuan jawa. Hanya saja tampak pucat karena mungkin aku jarang berolahraga. Kalau Ester bilang, karena aku jarang bahagia. Sialan, memang. Tanganku kembali menyapu bagian pipi dengan kuas, memberik
인기 회차